
Penulis: Sri Surya | Manado
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara mencatat nilai ekspor Sulawesi Utara pada periode Januari–Maret 2026 mencapai US$ 302,88 juta, meningkat 7,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Komoditas ekspor terbesar masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati,” ungkap BPS.
Kelompok komoditas tersebut (HS 15) menyumbang nilai sebesar US$ 222,29 juta atau meningkat 10,03 persen.
Sementara itu, nilai impor Sulawesi Utara tercatat sebesar US$ 35,31 juta, naik 6,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$ 21,66 juta, meskipun mengalami penurunan 12,11 persen.
Dari sisi negara tujuan, Belanda menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai US$ 58,95 juta, sedangkan Malaysia menjadi negara asal impor terbesar.
Kinerja ini menunjukkan bahwa sektor perdagangan luar negeri Sulawesi Utara tetap tumbuh dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.
