Manado – Menyikapi bentrok dua kelompok warga di Desa Basaan, Ratatotok, ketua komisi 1 DPRD Sulut, Jhon Dumais mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian dan TNI mencari tahu akar permasalahan bentrok warga tersebut.
Namun Dumais mengingatkan masyarakat tetap menjaga suasana kamtibmas yang kondusif. “Sangat disesali hanya jika ada masalah kecil tapi dibesar-besarkan oleh oknum tertentu,” tutur Dumais, Senin (21/10).
Upaya provokatif mengarah pada konflik SARA yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu menurutnya perlu mendapat tindakan tegas dari aparat kepolisian tanpa pandang bulu.
“Jika ditemukan seperti itu saya mendorong aparat kepolisian melakukan tindakan represif. Oknum-oknum yang terbukti sengaja ingin mengacaukan keamanan atas nama hukum saya mendukung untuk dilakukan tembak di tempat,” tegas Dumais. (Jerry)

Pak Dumais…negara kita tak mengenal cara Eksekusi di tempat… bukan seperti dongeng James Bond punya license to Kill…
Kalau jalan keluarnya adalah tembak ditempat, berarti aparat keamanan kita tak punya kemampuan sama sekali untuk membuat situasi keamanan menjadi terkendali dengan keahlian dari aparat kepolisian…
Kayak aksi tembak dikaki setiap kali ada bandit yang macam2…alasan hendak melarikan diri…memangnya polisi tak punya tangan buat nangkap..????
Negara kita mengenal asas Praduga Tak Bersalah…
Yang terlihat didepan mata harus bisa dibuktikan di pengadilan…
dan Hakimlah yang harus menetapkan hukuman…
Hakim Agung di Amerika pernah berkata…
“Lebih baik kita melepaskan seratus orang penjahat… daripada menghukum satu orang yang tak bersalah”…
tapi di negara kita seringkali terbalik..
“Untuk mencari satu orang yang bersalah…kalau perlu harus menangkap seratus orang tak bersalah”…
atau menurut pak Damis…
“Untuk menghentikan seorang provokator…kalau perlu tembak saja siapa yang kelihatan seperti provokator di lapangan”…
Berarti pak Dumais juga Provokator…
hahahahaha….
Mantapp pak,saya sangat setuju