Olly mengingatkan bahwa salah satu syarat menjadi pemimpin adalah menguasai substansi sehingga bisa bekerja dengan benar.
“Kalau pemimpin tidak, maka ini bisa jadi pembohongan publik, pembohongan pada masyarakat,” ujarnya.
Olly yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara menyinggung para calon lawannya di pilkada, yang berkampanye kemana-mana tanpa memegang substansi.
Bahkan menyampaikan hal-hal salah kepada masyarakat.
Sebagai contoh, ada calon berjanji setiap desa akan diberi Rp200 juta per desa.
Pertanyaannya, tambah Olly, mau ambil uang dari mana anggaran tersebut.
“APBD provinsi hanya Rp1,9 Triliun. Sekarang karena kami kerja keras selama lima tahun, bisa naik jadi Rp 4,1 triliun,” tandasnya.
(***/Alfrits Semen)
