
Tondano, BeritaManado.com — Dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Minahasa ternyata tidak mempunyai laptop saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama, Senin (2/4/2018) kemarin.
Hal itu mendapat perhatian serius dari Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Mewoh DEA, yang mana menurutnya segala sesuatu perlu dipersiapkan sebelum UNBK berlangsung.
“Kasihan murid-murid, jaringan sudah lemot dan laptop pun tidak dimiliki,” papar Mewoh mewanti-wanti.
Padahal tambahnya, peran pemerintah lewat Dinas Pendidikan sudah optimal menggelar UNBK, namun hal ini masih saja menjadi kendala.
“Beruntung mendapat pinjaman laptop dari SMK Negeri I Tondano, bisa dibayangkan UNBK berlangsung tidak ada pinjaman laptop” ucapnya.
Meski begitu lanjutnya, jalannya UNBK tidak terkesan dipaksakan, tapi bagaimana peran sekolah menyediakan peralatan untuk siswa mengikuti ujian, apalagi disaat detik-detik dimulainya UNBK.
Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Tomohon Minahasa Linda Mamesah SPd, menguraikan bahwa sebenarnya peralatan laptop bagi sekolah yang tidak mempunyai jauh hari sebelumnya sudah dipersiapkan.
“Hanya saja 2 sekolah yang bergabung, SMK Negeri Lembean Timur dan SMK Anugrah Tondano tidak miliki laptop. mudah-mudahan kedepan peralatan nantinya bisa tertanggulangi,” beber Mamesah.
Hal serupa juga dikatakan Kepala SMK Negeri 1 Tondano Vecky Pangkerego MPd, dimana menurutnya pihaksekolah sudah melengkapi peralatan komputer termasuk persediaan laptop.
“Persoalan kecil memang bisa berdampak ke hal yang lain, namun kami bergerak cepat meminjamkan laptop ke siswa kedua sekolah itu, meski ada berapa siswa yang sempat terlambat akhirnya namun UNBK bisa berlangsung seperti yang diharapkan,” tandas Pangkerego.
Diinformasikan saat penjabat Bupati Minahasa Royke Mewoh meninjau ruangan, ditemui 3 meja diatasnya belum tersedia laptop, padahal siswanya sudah berada dikursi menunggu bantuan laptop.
(Ferry Lesar)
