BITUNG—Dianggap lebih maju dan unggul dalam membahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), 11 anggota DPRD Sitaro mendatangi Kantor DPRD Kota Bitung untuk belajar. Ke-11 anggota DPRD Sitaro ini sendiri diterima salah satu anggota DPR Kota Bitung, Victor Tatanude, Kamis (29/9) diruangan Paripurna.
“Dalam pembahasan LKPJ ke tiga kalinya, kami menganggap masih banyak yang perlu diperdalam. Baik dari trik penyusunan LKPJ, maupun skala prioritas dan kami menganggap DPR Kota Bitung lebih tahu akan hal tersebut,” kata Katua Pansus LKPJ DPRD Sitaro, Benyamin Kanarang.
Tak hanya itu, rombongan Kanarang yang dipimpin langsung Wakil ketua DPRD Sitaro, Elias Bawole ini juga menayakan peran DPRD Kota Bitung dalam penyusunan Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LHP) keuagan sehingga mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK. Karena menurutnya, predikat yang diberikan oleh BPK tahun ini sangat diluar harapan, yakni disclaimer.
“Kami berharap pihak DPRD Kota Bitung yang diwakili Bapak Tatanude bisa memberikan ilmu dan masukan kepada kami untuk diterapkan di Sitaro agar lebih baik dan maju kedepannya,” katanya.
Sementara itu, Tatanude yang hanya seorang diri menerima kunjungan tersebut secara blak-blakan menjelaskan mekanisme dalam pembahasan LKPJ. Mulai dari apa-apa yang harus disiapkan sebelum melakukan pembahasan, hingga trik dan stategi dalam memperjungkan program yang dianggap paling dibutuhkan masyarakat.
“Memang tidak dipungkiri dalam setiap penyusunan LKPJ intervensi pihak eksekutif itu selalu ada dan itu adalah hal yang biasa, namun harus diingat sebagai anggota DPRD, kita harus mengutamakan dan memperjuangkan apa yang dibutuhkan masyarakat banyak,” kata Tatanude.
Tak hanya itu, dalam menerima ke-11 anggota DPRD Sitaro tersebut, Tatanude juga sempat bernostalgia. Mengingat dirinya sempat menghabiskan masa kecil diwilayah Sitaro, sehingga ia sempat menanyakan sejumlah tokoh msyarakat yang sempat dikenal pada masa itu.(en)
