
Manado – Posisi Rektor Unsrat Manado, Prof Dr Donald Rumokoy SH MH di kursinya yang empuk seperti tidak pernah tenang saja. Lihat saja, Flora Kalalo Cs yang selama ini gencar mengkritik kepemimpinan Donald Rumokoy kembali melancarkan ‘serangan’, setelah terdiam hampir dua bulan.
Kali ini Flora Kalalo Cs melaporkan tentang pembiaran yang dilakukan Rektor Unsrat terhadap Humas Unsrat Daniel Pangemanan yang sering melakukan pembohongan publik membuat suasana tidak kondusif dilingkungan civitas akademika Unsrat.
“Yang bersangkutan (Daniel, red) adalah kuasa hukum Rektor Unsrat yang saat ini telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Poltabes Manado dalam kasus tindak pidana pengrusakan rumah dinas Unsrat yang diduga melanggar Pasal 170 KUHP,” papa Flora di hadapan Wamendikbud baru-baru ini.
Ditambahkannya juga bahwa laporan ini disertai bukti-bukti dan meminta kepada Mendikbud untuk segera mengambil tindakan mengatasi persoalan di Unsrat.
“Semua yang kami laporkan berdasarkan bukti-bukti yang ada,” tutup Kalalo yang dikenal vokal ini(jkf)
Baca juga:
Flora Cs Temui Wamendikbud, Rektor Unsrat Kembali Dikritik

Bertie Kusen itu sudaranya Gaby Kusen.
Gaby Kusen itu menantunya Rektor!!!
jadi para pembaca harap maklummmm…
waduh… koq bisa Bertie Kusen menghujat di publik kepada Flora, Julius, Lumolos, redaktur/redaksi BeritaManado.com, dll sambil menyebut-nyebut nama Tuhan dan menulis ayat-ayat alkitab..
ajaran agama manapun tidak ada yang membenarkan hal ini…
Makin rusak ini pribadi-pribadi, demi untuk membela diri menghujat orang lain, kira-kira seperti apa ya pribadi seorang Bertie Kusen dan orang-orang lain yang berada di balik nama Bertie Kusen…
@MAxi fakultas mana itu bilang dang, kalau lei ngoni nda puas kaluar jo dari Unsrat khan simple. kiapa torang mo tako demo. Ngoni pe tamang Flora K itu khan dosen fak hukum, apa depe kerja cuma bolak balik jakarta deng Lius Pontoh? Kase doi pa Lius Pontoh kong Lius yang kurang “bijak”karena alasan saki hati mw suka jadi dekan mar keputusan so kadaluarsa mo anulir lein bagimana. Tahukah maxi bahwa perjanjian Lius Pontoh itu mo lantik dulu mar dengan depe istriikut mendampingi pi tanya pa prof Butje Moningka itu, depe bini nda datang datang sampe hari ini, maksud pimpinan universitas waktu itu prof lucky bagus, supaya dorang keluarga nda tapisah, mar lius kiapa stou nda dapa ator depe maitua kong mo ator fakultas?. itu satu kong Flora dosen F. hukum, mana depe karya sebagai dosen kipa kasana kamari sibuk dengan unsrat sibuk dgn daniel, nyanda tabuka ngana pe mata. Bukan itu depe tugas utama toh. Flora itu kalau ngana lia depe latar belakan dia itu dorang ja bilang di Unsrat BTT alias Butuh tati tayang? hhehehehehe karena latar belakang depe hidup co ngana tanya pa dia. Ngoni so sama deng tu prof di perikanan so bajalang bajalang kasana kamari dengan tu berita di Kompas. Baru berita dorang so kase heboh. Pertama itu tu kerja professor, cuma bawa desas desus, so nda kerja di laboratorium so nda ja bimbing butul mahasiswa, mangaku so bertobat mar tetap melakukan dosa. Mazmur 1 pasal 1 bilang berbahagialah orang yang tidak berjalan dalam kumpulan orang fasik yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh..(bawa baawa koran kompas kase tahu para dosen laeng)…. pasal 2 yang kesukaannya ilaha taurat Tuhan. Ada dimana torang duduk dalam kumpulan pencemooh atau ada bekerja sesuai torang pe tugas dan tanggung jawab. Tuhan yang mengangkat dan memberhentikan seorang pemimpin bukan torang, jadi MAxi nyanda tabobale ngana ada bilang. Roni Poli juga kiapa so pi bacirita dengan mendikbud soh. Unsrat ini depe warga terutama dosen begitu sombong dengan bangga dengan kedudukan. Ketika ada aturan yang nyanda taiko mau, langsung ribut, bacirita kiri kanan, bukan mengintrospeksi diri, merubah diri tapi cenderung mempersalahkan orang lain. Seed of hate yg flora Kalalo tebarkan memang berhasil sampe banyak org taiko komang. Tapi kalau ngoni mau tahu kiapa flora bagitu pi tanya pa depe tamang kelas waktu ambe doctor dia dosen di pertanian baru ngoni tahu depe latar belakang. Pasti samua ngoni mundur. Kalau ada kebijakan universitas dorangh pasti so rembuk bersama, dan kalau itu nyanda berkenan di hati, kiapa torang tidak pernah bertanya atau berkata munkin ada maksud Tuhan dalam rencana ini. Bukan karena nyanda taiko mau jadi dekan atau rupa Lumolos karena nda taiko mau sekarang jadi penentang. Karena apa dulu bersama ssama deng rektor samua dorang ator, mar ada waktu nya toh berteman deng rektor bukan mberkartyi jadi rektor; itu tu flora deng lumolos, ketika nyanda taiko mau banyak hal yang dibuat untuk balas dendam. Dan yang taiko iko cuma jadi alat membalas dendam. Tapi Tuhan mengajar kita bukan untuk membalas dendam.
haaaaa…sedangkan Mendiknas geli mo akui….so itu kase tagantong dgn jabatan penghibur…..mar sadiki ley kata…tungguu lebe banyak laporan pelanggaran dulu supaya P21
Kita bukan mo babela pa flora cs, mar kenyataannya memang rektor bagitu. hukum dipermainkan. mentang mentang rektor, kong kira boleh bolak balik tu peraturan. contoh di torang pe fakultas. so pensiun, so ada sk pensiun dari 2010, toh sampe skarang masih menduduki jabatan, rangkap lagi, yang penting storan jalan. jadi kita rasa tu pak flora da bilang butul!!!
Kalau ada demo torang mo iko turun ka jalan.
Saudara bertie kusen bakaca dulu bro. balok didepan mata tidak kelihatan selumbar didepan saudara kamu liat.
Itu lei sampe ini Berita Manado sepertinya menganggap gampang pampang, Berita manado mohon maaf ya redaksi dan redaktur, bahasanya memang “menggigit”tapi bukan berarti kebebasan pers tidak beretika. sebagai orang timur ada lei depe santun sadiki. Asal jo PARA WARTAWAN “BM”” NYANDA rupa wartawan laeng JA PI MINTA DOI DI KANTOR2 NE. SEMOGA.
Berita ini seolah olah meremehkan pimpinan Universitas, walaupun itu menunjuk Individu tapi jabatan melekat pa Individu, nama unsrat itu yg dilecehkan. Sadiki lebe bagus kwa redaktur, kalau juga disimak baik baik ini tanggapan flora, kok dianya yang usil. Flora ini khan dosen di unsrat yg tupoksi nya mengajar, membimbing mahasiswa, meneliti, pengabdian, kiapa ini dosen satu ini bukan terkenal dgn pengabdian penyuluhan hukum di masyarakat desa mana kek, malahan jadi seperti provokator bagini. Asal asal mo pi usik pa Daniel P, Kesalahan Daniel itu ada atasannnya. bukang flora K, so lari dari tugas dan tanggung jawab utama. Masih mester dari dulu dang. kong pe banyak lei dosen iko pada dia, bersekutu dalam kebencian akal sehat so nyanda bajalang. Kurang bakumpul bakumpul cerita cerita tentang isu kasak kusuk sampe org pe harta rumah dimana drg cerita, bersama2 beberapa dosen di Fakultas. Beking kek hal berguna seperti menyusun proposal. Menyusun program pengabdian. Beking buku ajar kek, cuma mo goyang goyang org laeng pe berkat. Kalau rektor salah, so banyak org demo marah, ini amper samua dekan dan pimpinan yg ada biasa biasa. Kalau so kurang nyaman di Unsrat mo professor yg so ilang akal sehat karena nyanda dapa posisi atau rupa flora yg samua org kenal dengan flora “BTT”, kaluar jo dari Unsrat. Masih tinggal di rumah Unsrat ribut kiri kanan cuma karena nda dapa jabatan, nda ta iko dorang pe mau, nyanda bisa ator rektor, Rektor yg ada skarang adalah rektor UNSRAT bukan rektor Fakultas Hukum, mar samua org di F hukum yg so rasa kaya sadiki deng besar rupa kodok dalam tempurung, mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingann umum atau golongan, so meyalahi aturan toh.
Kepada rekan rekan dosen dan tatau pegawai, di luar flora yg so kesumat kurang mercy from God, bertobat jo,. lebe lama lebe tu kebencia makin mendalam pa seseorang. Itu tidak sehat, ibarat meyimpan kentang yg keliahatan baik mar lama kelamaan jadi busuk dan sesuatu yg tidak baik; yaitu fitnah, benci, marah pa org lain, disimpan dihati akan menjadi penyakit. Oleh sebab itu buanglah segala amarah, dendam… ganti dengan kasih karena samua ini so ada ator. Pemimpin itu tidak akan selama lamanya. Kalau ttidak sama dengan yg torang inginkan lihat saja bahwa ada maksud Tuhan dalam hidup ini.
Hormat sadiki dp judul … Rektor itu.
Unsrat rupa nda pernah mo abis2 ini permasalahan.
Banyak orang lei di kampus Unsrat so ta iko-iko pa Flora yang menderita penyakit ingin kebencian dendam kesumat serta ingin mencari perhatian. Banyaknya rumor yang berkembang di Unsrat yang menjatuhkan seseorang hanya berasal dari kebencian pribadi flora pa DR. Seed of hate was already spread, banyak professor dan doktors so taiko iko.Padahal hanya sepele, dia tidak diikuti maunya. Tapi kebenaran cepat atau lambat akan terungkap. Kalau mau jujur Rektor unsrat skarang terbaik dari yang yang sebelum2nya. Ketika beliau mau beking yang baik untuk Unsrat sampe di absen samua yg so tabiasa di zona nyaman “comfort zone”labngsung berontak. Banyak kebijakan yg ditentang walalupub dorang nentau kenapa dia ambil karena ada sesuatu dibalik itu. Cerita ttentang Yulius Pontoh dibesar besarkan seolah olah kesalahan DR. Padahal itu salahnya Lucky Sondakh, juga salahnya Lius Pontoh, waktu mo lantik depe bini (oya Limbad yg dosen pertanian nda balapor so tinggal di amrik sana, berjanji mw datang, saat pelantikan nda datang, maka dilantiklah dr. edwin de queljo. Ketika edwin dipuilih dan dilantik untuk masa yang kedua kali kong ….salah itu pemilihan kedua? yg salah diopemihan pertama saat LS menjabat, rektor skarang ini berkuasa di pemilihan dekan MIPA kadua.