
Manado, BeritaManado.com – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank SulutGo (BSG) mengatakan, dari sejumlah agenda terjadwal, ada dua agenda utama, yakni evaluasi kinerja keuangan tahun sebelumnya serta pengambilan keputusan dalam RUPS Luar Biasa.
“Hari ini kita melaksanakan dua kegiatan. Pertama terkait kinerja yang lalu dengan pendapatan yang sudah kita capai, dan yang kedua RUPS Luar Biasa yang memutuskan penambahan satu direksi dan satu komisaris,” ujar Yulius Selvanus kepada wartawan usai RUPS.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Luar Biasa Tahun 2026 BSG ini dilaksanakan di Ballroom Kantor Pusat BSG, Selasa (10/2/2026).
Itu sebabnya, RUPS LB kali ini menetapkan komposisi manajemen BSG menjadi 6 orang direksi dan 6 orang komisaris.
Penambahan personil pada jajaran komisaris dan direksi tersebut, kata Gubernur Yulius tidak menyebabkan perubahan apapun pada anggaran remunerasi.
“Tidak berubah. Total anggarannya tetap sama seperti sebelumnya. Artinya tidak ada penambahan gaji, justru secara proporsional terjadi penyesuaian karena jumlahnya bertambah,” ungkap Yulius.
Selain itu, ada yang berbeda mulai tahun 2026, di mana status pemegang saham daerah mendapat penguatan, di mana pemerintah kabupaten dan kota sebagai pemegang saham memiliki kewenangan dalam menentukan pengelolaan cabang-cabang BSG di wilayah masing-masing.
“Kita sepakat bahwa pemegang saham di kabupaten dan kota punya kewenangan untuk menetapkan dan mengatur cabang-cabang di wilayahnya, termasuk mendorong pengelolaan keuangan dan kemajuan BSG di daerah masing-masing,” kata Yulius.
(srisurya)
