
Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bitung, John Michael Toar Sondakh, S.Sos., M.A.P, Membuka kegiatan sosialisasi dan pencanangan Kelurahan cinta Statistik 2026.
Penulis: Syarif Umar l Bitung
Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berbasis data melalui kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (28/4/2026) di Gedung BPU Kelurahan Girian Weru Dua.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi statistik di tingkat kelurahan serta memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data yang akurat, mutakhir, dan terpadu. Program Desa Cantik diharapkan mampu mendorong aparatur dan masyarakat untuk lebih memahami pentingnya data dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, John Michael Toar Sondakh, S.Sos., M.A.P., yang mewakili pemerintah daerah. Turut hadir Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bitung, Carlos Erickson, S.ST., M.Si., bersama jajaran, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung, Altin Abraham Tumengkol, S.IP, M.Si, Kepala Bappeda Kota Bitung, Drs. Sifri Mandak, M.Si, MAP, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kota Bitung terkait, Camat Girian, para lurah, serta para agen statistik yang menjadi ujung tombak pengelolaan data di tingkat kelurahan.
Dalam sambutan Wali Kota Bitung yang disampaikan oleh Plt. Asisten II Setda Kota Bitung, Michael Sondakh, menegaskan bahwa Program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis data. Program ini sejalan dengan semangat Satu Data Indonesia yang menekankan pentingnya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam setiap tahapan pembangunan.
“Pemerintah Kota Bitung berkomitmen kuat untuk mendorong pembangunan berbasis data. Kita menyadari bahwa kebijakan yang baik hanya dapat dihasilkan dari data yang berkualitas. Tanpa data yang valid, pembangunan berpotensi meleset dari sasaran, tidak tepat guna, bahkan dapat menimbulkan ketimpangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa melalui pencanangan Desa Cantik ini diharapkan dapat membangun budaya sadar data mulai dari tingkat paling bawah, yakni kelurahan. Data tidak lagi dipandang sekadar kewajiban administratif, melainkan menjadi kebutuhan utama dalam proses pengambilan keputusan.
“Melalui momentum ini, kita ingin memastikan bahwa dari tingkat kelurahan sudah terbentuk kesadaran kolektif akan pentingnya data. Ini adalah langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan berbasis data, sejalan dengan semangat harmonisasi menuju Bitung Maju,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kota Bitung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Harapan besar disematkan agar program Desa Cantik dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembangunan di daerah.
“Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap langkah dan upaya kita dalam membangun daerah dan bangsa tercinta,” pungkasnya.
