Manado – Peringatan hari antikorupsi sedunia yang jatuh pada Rabu, 9 Desember, di Manado nyaris sepi. Seperti yang dipantau Beritamanado, hingga dengan siang hari, baru satu kelompok pendemo yang melalui jalan Akhmad Yani di seputaran Sario.
Kelompok ini hanya terdiri dari 10 orang pemuda yang mengibar-ngibarkan bendera organisasinya sambil menyusuri jalan. Adapun sang pemimpin demo memegang pengeras suara sambil berorasi. Terus bagaimana tanggapan warga?
Sejumlah warga nampaknya tidak terlalu peduli dengan aksi demo. Menurut mereka, urusan perut masih jauh lebih penting dari pada demo antikorupsi. Warga lainnya nampak pesimis dengan masalah pemberantasan korupsi. Karena menurut mereka, hingga saat ini korupsi masih merajalela dan cenderung menggila.
Suasana kantor DPRD Sulut
Sementara itu, kantor DPRD Sulut sejak pagi nampak biasa saja suasananya. Sekitar pukul 8 pagi, seluruh pegawai dan staf DPRD Sulut mengadakan apel rutin. Di lain pihak terlihat apel polisi di kantor polsek Sario. Tidak ada tanda-tanda kejadian luar biasa. Biasanya kantor DPRD Sulut dijadikan sasaran unjuk rasa. CHRISTY MANARISIP
