
Penulis: Tim Redaksi
Sukacita hari raya keagamaan di Desa Watutumou, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, kembali terganggu akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.
Setelah sebelumnya terjadi saat perayaan Natal pada 25 Desember 2025, kini keluhan serupa kembali muncul saat momen Paskah, Minggu (5/4/2025).
Warga kecewa karena aliran listrik padam sejak siang hari dan sampai malam belum juga kembali normal.
Pemadaman yang sudah berlangsung selama sekitar 6 jam tersebut mengganggu aktivitas masyarakat yang sedang merayakan Paskah.
Kondisi ini kembali mengingatkan warga pada peristiwa saat Hari Raya Natal lalu.
Pada Kamis, 25 Desember 2025, listrik di wilayah Watutumou, Maumbi, dan sekitarnya padam sejak pukul 12.30 WITA.
Hingga pukul 20.00 WITA, atau lebih dari delapan jam kemudian, listrik belum juga menyala.
Akibatnya, warga terpaksa merayakan Natal dalam kondisi gelap gulita.
Rumah-rumah hanya diterangi cahaya lilin, sementara jalanan tampak sunyi tanpa penerangan.
Suasana yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi penuh kekecewaan.
“Hari yang baik justru tidak ada listrik. Sangat disayangkan,” ujar Rina, warga Desa Watutumou.
Warga menilai, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di hari besar keagamaan bukan sekadar gangguan teknis, melainkan bentuk kurangnya kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Mereka berharap pihak PLN dapat memberikan perhatian lebih agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama pada momen penting seperti Natal dan Paskah.
Bagi masyarakat, hari raya keagamaan adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga dalam suasana hangat dan penuh terang.
Namun tanpa listrik, makna tersebut terasa berkurang.
