
Bitung, BeritaManado.com – Satu per satu penambang di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu dikabarkan mulai meninggalkan lokasi.
Kabarnya, penambang pulang dikarenakan sejumlah cukong atau pendana aktivitas PETI di Pinasungkulan mengaku merugi karena emas yang dihasilkan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Selain hasil tidak sebanding dengan biaya operasional, kadar emas di Pinasungkulan juga menjadi salah satu faktor hingga sejumlah cukong memilih memulangkan penambangnya.
“Kadar emas sangat rendah, tidak seperti kadar emas pada umumnya. Akibatnya berpengaruh ke harga saat dijual juga rendah,” kata salah satu penambang beberapa waktu lalu.

Penambang yang meminta identitasnya dirahasikan ini menceritakan, ada satu cukong yang sudah mengumpulkan sekitar 600an koli atau karung material yang diduga mengandung emas.
Dari 600an koli itu, 150 koli sudah diolah, namun tidak menghasilkan emas alias kosong.
“Biaya pengolahan 150 koli jika dihitung-hitung berkisar Rp100 jutaan. Itu baru biaya pengolahan, belum lagi biaya lain,” katanya.
Biaya lain yang harus ditanggung cukong kata dia, sewa lahan mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta, biaya setiap hari untuk para penambang sebesar Rp2 juta serta biaya air juga listrik sebesar Rp1 jutaan.
“Ada juga biaya sewa alat pengolahan sebesar Rp25 juta saat cukong melakukan pengolahan di Desa Tateli Minut. Jadi jika dihitung-itung hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan para cukong alias rugi,” katanya.
Terkait informasi itu, Camat Ranowulu, Dolfie Rumampuk membenarkan soal adanya kabar mulai berkurangnya penambang emas di wilayah Pinasungkulan.
Namun untuk memastikan apakah betul sudah banyak penambang berhenti beraktivitas dan meninggalkan wilayah PETI, ia baru akan memastikan.
“Dari minggu lalu informasi itu saya sudah dengan tapi saya ingin memastikan apakah betul sudah banyak yang pulang atau belum, saya perlu mengecek ke lokasi,” kata Dolfie, Senin (29/03/2021).
Soal informasi banyak cukong yang rugi, Dolfie juga mengaku sudah mendengar kabar itui.
“Kabarnya memang hasilnya sudah tidak maksimal karena terkadang biaya untuk menambang sudah lebih besar dibanding hasil yang mereka dapatkan,” katanya.
(abinenobm)
