Berita Utama

Cinta Maya Rumantir ‘Mengalir Deras’ di Hari Kasih Sayang

Baginya, Laskar Merah Putih bukan sekadar organisasi massa, melainkan garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kasih dan persatuan di tanah Sulawesi Utara.

Sinergi antara spiritualitas dan semangat patriotisme inilah yang menjadi jiwa utama dari perhelatan di Bukit Doa tersebut.

Suasana haru pun semakin memuncak saat acara memasuki sesi kejutan ulang tahun untuk salah satu staf Senator Maya Rumantir, saudara Frangky Kumaseh.

Pria yang tepat di hari itu genap berusia 58 tahun tersebut tampak tak kuasa menahan air mata bahagia.

Di tengah kesibukan besar mengurus konstituen dan agenda kenegaraan, Maya Rumantir tetap mengingat hari spesial bawahannya.

Perhatian kecil namun bermakna ini menjadi bukti konkret bahwa teori kasih yang dibicarakan benar-benar dipraktikkan secara konsisten dalam keseharian.

Frangky Kumaseh dalam testimoninya mengungkapkan rasa kekaguman yang mendalam atas sosok pimpinannya tersebut.

Ia merasa sangat dihargai bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai pribadi yang bermartabat di mata seorang tokoh besar.

Perhatian Ibu Maya menurutnya adalah kado terindah yang melampaui materi apa pun di usia senjanya.

Frangky melihat sosok Senator Maya Rumantir sebagai teladan pemimpin yang memiliki hati hamba, yang selalu mengedepankan kemanusiaan dan kepedulian terhadap kesejahteraan orang-orang kecil yang setia mendampinginya.

Kekaguman Frangky Kumaseh menjadi cermin dari relasi yang sehat antara pemimpin dan yang dipimpin, sebuah perwujudan dari khotbah “kasih bukan transaksi”.

Di bawah kepemimpinan Maya, loyalitas staf tumbuh bukan karena tuntutan profesionalisme semata, melainkan karena rasa cinta dan hormat yang timbal balik.

Perayaan ulang tahun di tengah guyuran hujan Manado itu menjadi simbol betapa indahnya kebersamaan jika dilandasi ketulusan.

Semua yang hadir turut merasakan kebahagiaan Frangky, menciptakan energi positif yang melingkupi seluruh area Bukit Doa Karombasan.

Menjelang sore, meski hujan belum sepenuhnya reda, semangat yang terpancar dari Bukit Doa justru semakin benderang.

Perayaan Valentine Day tahun 2026 ini memberikan pelajaran berharga bagi warga Manado tentang cara mencintai bangsa melalui tindakan sederhana.

Menanamkan cinta akan bangsa dimulai dari meja makan yang penuh keramahan dan doa-doa syukur bersama mereka yang termarginalkan.

Maya Rumantir telah berhasil mengubah stigma Valentine yang konsumtif menjadi sebuah aksi sosial yang memiliki nilai spiritualitas tinggi dan berdampak nasional.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara