Oleh:
Quin Simatauw
Selamat untuk pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa periode 2013 – 2018 Jantje Wowiling Sajow dan Ivan Sarundajang yang berlangsung hari ini Minggu (17/3). Tanpa bermaksud mendoakan sesuatu yang negatif, tapi melihat kebelakang, penulis memprediksikan bahwa pasangan ini tak akan tahan lama atau lebih jelasnya pasti retak dalam kurun waktu tak kurang dari satu tahun berjalan.
Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi analisa penulis. Alasan pertama bahwa bersatunya pasangan ini tak bisa dipungkiri karena berbagai deal-deal politik tingkat tinggi yang sarat kepentingan. Seperti kenyataan JWS yang nyaris mandul kala menjabat papan dua di periode sebelumnya. Ia dipastikan akan bertekat kuat untuk mewujudkan berbagai ide dan gagasan yang sempat terpendam selama lima tahun terakhir.
Namun berbagai keinginan luhur dari JWS dipastikan tak akan semulus harapan karena dia harus menyesuaikan deal politik sebelumnya serta kebutuhan dan kepentingan dari sang wakil yang adalah anak pejabat Sulawesi Utara untuk dua periode berjalan. Sejalan dengan kepentingan penguasa sampai di 2015, Ivansa yang nyaris tanpa pengalaman politik dan birokrat serta belum pernah mencetak prestasi mengagumkan sebagai pengusaha juga dipastikan memiliki keinginan untuk menggunakan momen kepemimpinan agar bisa membuktikan diri dan mencoba lepas dari bayang-bayang nama besar sang ayah tercinta.
JWS diprediksi hanya akan menjadi Bupati boneka karena ia harus lebih sering mendengarkan Ivansa yang dipastikan akan memiliki berjuta ide dan gagasan cemerlang dari sang ayah. Perang urat syaraf diantara keduanya akan dimulai dengan pemilihan pejabat struktural di lingkungan Pemkab Minahasa. JWS akan mengutamakan pejabat-pejabat lama yang terbukti loyal dan berprestasi terlebih selalu memberikan dukungan moril selama lima tahun terakhir. JWS menggunakan momen kepemimpinan ini untuk balas budi. Berbagai track record pejabat yang dikantonginya dipastikan langsung mentah saat sang wakil bersuara sebaiknya memilih yang lainnya saja.
Perbedaan berbagai pemikiran dan penentuan pejabat disemua lini akan menjadi bom waktu yang membuat keduanya akan menjalani perang urat syaraf dalam periode setahun berjalan. Perbedaan lainnya yang akan memicu ketegangan diantara keduanya adalah perbedaan pengalaman yang mencolok dalam hal politik pemerintahan. Seperti diketahui, partai pemenang Pilkada Minahasa kali ini menyasar kepentingan yang lebih besar yaitu menempatkan sang pelaksana tugas Ketua DPW Sulut untuk menjadi Gubernur Sulut 2015 – 2020.
Untuk kasus ini, JWS akan memaksimalkan segala pengetahuan dan potensi untuk kebesaran partai mendatang. Sementara itu Ivansa masih kebingungan dengan jati dirinya apakah harus memilih partai merah yang mengantarkannya menjadi papan dua. Sebaliknya, Ivansa juga harus jeli melihat berbagai peluang kedepan mengingat sepak terjang sang ayah di partai biru.
Pelan tapi pasti, perbedaan pandangan karena perbedaan latar belakang dan kepentingan ini akan menjadi duri yang kian lama kian tajam dan semakin mengurangi intensitas komunikasi diantara kedua. Apapun analisa penulis, kepentingan rakyat Minahasa harus tetap dijunjung tinggi oleh keduanya karena masyarakat tak mau tahu dengan deal politik apa saja karena Warga Minahasa hanya membutuhkan perubahan dan perbaikan pembangunan. I Yayat U santi!(***/penulis adalah mantan jurnalis)

Aduh ibu Xenta so napsu
Ralat: Kondusi seharusnya kondisi serta kata kata lain yg salah tulis. Mohon maaf jika komentar saya agak keras. Tapi intinya diharapkan bahwa bapak JWS yang sudah sah jadi Bupati Minahasa, akan menjadi BUPATI PANUTAN di Indonesia. Ini kepercayaan dan anugerah. Mohon om Antje buatlah yang terbaik dan sangat baik buat Minahasa tercinta. Hilangkan ego. Merebut kekuasaan gammpang tapi mempertahankan susah. Jadilah Bupati di era skarang ini sebagai Bupati ysang penuh kearifan dan takut Tuhan. Siapa tahu dengan penuh kebijakan bapak Antje yg teruji semuanya bisa menjadi KANDIDAT GUBERNUR kita. Hapus jo tu kenangan lama. Memory becencian kepalsuan dan curiga dihapus. Maafkan jo samua tu staff yg dulu tidak berpihak ke bapak. Dorang bekerja karena perintah big bos dulu. Skarang khan berbeda. Ciptakan Iklim kondusif di Minahasa. Semoga Tuhan melindungi dan memberkati Minahasa dan para pemimpinnya Mulai dari Bupati dan jajarannya.
Opini ini sudah lama dibuat diramu dan dikemas sedemikian rupa, PADAHAL PERSOALAN SEBENARNYA KALAU SAYA BUKAN YANG ITU.
APA PERSOALAN DI MINAHASA DI ERA JWS DAN IVANSA;
1. KONDUSI BIROKRASI YG TIDAK KONDUSIF
Kemenangan JWS IVANSA banyak merusak tatanan Birokrasi yg sudah terbentuk. Dalam arti bahaw staf dan pimpinan SKPD was was karena mereka sudah, sedang dan akan diganti. Karena JWS menerapkan pola kepemimpinan Balas dendam… Sangat sangat merugikan. JWS tidak berbesar hati. Lebih memiriskan kalau kalian ke Tondano para TIM SUKSES JWS sudah berani teriak teriak di SKPD kepada para pimpinan dan staff seperti ini: Hoi turun jo ngoni…setiap hari seperti disuruh suruhpara Preman ini melakukan perang urat saraf kepada pimpinan dan staf di SKPD yang diduga kuat tdk mendukung JWS saat pemilihan. Seperti di Dinas KEsehatan dan Dinas Pertanian. Akibatnya etos kerja staf menurun dan semua bersikap mana mana jo.
Iklim ini juga dodorang dengan kepemimpinan JWS yang skarang ini cenderung mengINTIMIDASI para staffnya.
2. LAPORAN KE KEPOLISIAN
Pihak Polisi di Minahasa juga cenderung memanfaatkan situasi. Bebrbagai LApaoran penyimpangan penerimaan HONDA langsung ditangani secara cepat oleh Polisi tanpa konfirmasi. Para pimpinan SKPD menjadi tidak betah bekerja karena sering2 dipanggil POLISI.
Kritik untuk Polisi bahwa banya pekerjaan di Desa/kampung sperti perkelahian dan penikaman yang harus segera diselesaikan menjadi terkatung katung….
Kritik buat JWS yang tidak melindungi staff nya. Ada banyak pekerjaan yg harus dilakukan tanpa harus selalu berurusan dengan POLISI khan..
3. PROYEK dan PENDANAAN
Sangat lucu di Tondano ini banyak Wartawan sekarang begitu berani datang ke SKPD untuk tanya tanya dan ingin memeriksa Proyek pendanaan di SKPD lucu mereka begitu berani… Para Wartwan ini juga haurs ada kalimat sertagam dari semua jajaran kabupaten MInsel bahwa keterangan dan/proyek itu ke HUMAS …tapi JWS tidak melihat sampai kesitu.
Program/Proyek pemerintah harus akuntable sehingga JWS harus melindungi staffnya bukan jadi bulan bulanan Pers dan Para “Tim SUkses” alias preman.
4. Ambisi-IVANSA
Saat ini sampai hari ini ambisi IVANSA masih didengung dengungkan. Untuk melemahkan JWS somo ganti kwa dia. Mustinya harus di jawab oleh SHS. Agar iklim kepastian pemerintahan di Minahasa tidak banyak dicampuri oleh keinginan ambisa SHS yg menjadi rumor kuat sehingga muncul tulisan diatas. —
memang kl m di lihat dr masa pencalonan tentang semua prediksi jws&ivan,itu pasti akan terjadi,cm untuk skrng blm kelihatan karen masih baru,yg pasti sang bupati hanya menjadi simbol dan wakilnya yg m jd bupati,di tambah lg ivan yg hampir tidak pernah terlihat di kampungya sendiri(nanti ms pencalonan br kaluar kandang),walau ada kegiatan di kampungx,s pasti dia akan mengunakan jabatanya untuk hal2 yg di pikirnya,jd kasihan sang jws………………………………s betul t penulis p presiksi,sedangkan org yg tidak sekolah pun pasti akan berpikir begitu
Opini ini hanya utk memberikan nilai positif,agar kedua selalu memberikan yg terbaik utk membangun kab.Minahasa,,,utk komentator…jangan menjadi Gladiator…dan jangan sampe Di profokator org yg hanya suka merusak…akhir’x…Tanah’x tou Minahasa akan menjadi tidak kondusife…Percayalah Tanah Minahasa sangat di berkati”tidak Gampang utk di provokasi”thxQ GBless alweys///
Kenapa musti memprediksi dengan negatif, kalo memang untuk alasan sekedar analisis yah normatif saja kalau memang berat untuk positif. Andalkan Tuhan untuk damai dan sejahtera Minahasa, mari bangun Minahasa dan berikan kesempatan kepada para Pemimpin yang sudah terpilih yang diperkenankan Tuhan. Amin
Itu khan kata penulis…! Sejak awal Ivansa diberitakan negatif bahkan dipandang sebelah mata tapi buktinya beliau terpilih juga.
Namanya juga politik!
Sebagai rakyat qta wajib mendoakan pemimpin qta agar menjadi pemimpin yg takut akan Tuhan bukanx memprediksi ini itu.. Emang qta Tuhan apa? Well … Positif thinkinglah jgn sllu negatif.. Broo…
kekhawatiran “orang kampung” boleh jadi beralasan apalagi klo sdh diprediksi sejak awal, jangan sampai terjadi kriminalisasi thd JWS kasihan beliau…skali lagi janganlah sampai terjadi, mau jadi apa Minahasa klo begitu ? Ivansa msh terlalu muda hrs byk belajar dari JWS dan ayahanda tercinta. Hargai JWS sbg papan satu, beliau itu orangnya baik dan secara normatif beliaulah pengambil kebijakan krn sbg kepala daerah. Konstitusi UUD 1945 hanya mengenal jabatan kepala daerah, jadi Ivansa hrs sadar sepenuhnya bahwa JWS itu memegang jabatan konstitusional.
Astaga..Kasihan torang orang kampung bakal jadi korban. So itu kwaak kita nyanda bapilih als golput. Tulisan diatas so banyak yg prediksi sebelum Pilkada. Lebeh tragis tamang bilang, JWS akan dikriminalisasi lagi, supaya Ivansa bebas melakukan manuver2 politik.. Tambah mundur ini Minahasa kalo begini..
Kasihan torang orang kampung bakal jadi korban. So itu kwaak kita nyanda bapilih als golput. Tulisan diatas so banyak yg prediksi sebelum Pilkada. Lebeh tragis tamang bilang, JWS akan dikriminalisasi lagi, supaya Ivansa bebas melakukan manuver2 politik.. Tambah mundur ini Minahasa kalo begini..
Wah kacau