Kericuhan itu sempat diwarnai gebrakan meja oleh Wakil Sekretaris APPSI saat itu, kepada Pemerintah Kota. Bayang-bayang kesemrawutan sudah nampak jelas, ketika persoalan hukum atas lahan pasar menyeruak dalam benak.
Kegaduhan ini sudah nampak semenjak BAST 13 pasar diserahkan pemerintah dalam pengelolaan Perumda, namun hanya 6 pasar yang aktif dan 2 pasar terbesar tengah diduduki pihak lain. Menyerah bukan pilihan. Namun masuk kedalam dan berjuang menyelesaikan tantangan adalah tujuan.
Setelah sejumlah insiden nyaris “tumpah darah” dilapangan, akhirnya koridor dan mekanisme diterapkan Perumda diwilayah pasar winenet. Meski tengah menghadapi 2 gugatan dipengadilan, paling tidak kami telah menguasai Pasar. Winenet clear ditangan Perumda Pasar.
Berpindah ke Pasar Cita. Pembangunan infrastruktur dan penataan menjadi tantangan utama. Pergumulan demi pergumulan dihadapi dengan doa dan tekad bersama tim. Bahu membahu dalam menerjang badai perlawanan. Hingga tiba dititik pembangunan pasar modern dan BCC dalam situasi tenang dan berkelanjutan saat ini. Kita menunggu hasilnya di 2023.
Pasar Sagerat juga mengalami guncangan. Situasi pasar representatif yang kurang maksimal juga diperdebatkan. Kerja cepat dan bertahap tetap menjadi prioritas. Padahal rasanya tidak adil, jika beban bertahun-tahun dihempaskan seketika ke Perumda Pasar yang seumur jagung.
Tentu saja, menimbulkan keretakan dan benturan yang sangat keras dimana-mana. Meski belum berdampak signifikan, tetapi rancangan perubahan tetap dikedepankan. Meski secara bertahap, dan tidak segampang membalikan telapak tangan.
“Kegaduhan” demi kegaduhan berlanjut disejumlah pasar. APPSI dalam akun resminya “solidaritas pedagang”, lebih menggambarkan kegaduhan ini sebagai proses “persalinan” untuk melahirkan. Tersiksa namun akan menghasilkan kebahagiaan. Pertarungan tidak hanya berada diwilayah hukum. Area politik juga berlangsung sengit. Sejumlah Rapat Dengar Pendapat dihadapi Perumda, dengan sekelumit pertarungan “opini” diluar ruangan.
Untunglah lembaga yang membesarkan saya sebagai politisi, masih sama dalam persepsi untuk mendorong perubahan. Kita satu jalan menuju perbaikan permanen tentang pasar. Apresiasi besar untuk teman2, yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Hingga hari ini kami, di Girian. Akan ada perubahan besar dalam wajah pasar rakyat tertua di Kota Bitung, sebagai ikon tradisional market. Pasar yang diklaim berdiri tahun 1920 ini, akan berubah menjadi pasar wisata tua, dengan wujud identitas tradisional.
Pendekatan regulasi lagi didorong agar semua masyarakat disekitar pasar tidak hanya mendapatkan dampak ekonomi, namun juga dampak wisata kuliner kota tua seperti di Vietnam dan Bangkok Thailand. Pasar tradisional dengan pendekatan wisata.
Pada sisi lain, diinternal perusahaan. Komitmen sama tetap terbangun kepada seluruh sumber daya. Mengubah “uang receh” menjadi milyaran bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus dikorbankan. Termasuk kesenangan pribadi bahkan keluarga harus dikesampingkan. Meski fitnah dan tuduhan menjadikan kami sebagai sasaran. Perusahaan harus tetap jalan dan bergerak, meski gesekan dan kekurangan bahan bakar tetap menjadi ancaman.
Merangkak kami sudah terbiasa. Proses tetap dihadapi dengan ikhlas. Karena keyakinan saya, hari ini kita merangkak, besok berdiri, lusa berjalan dan selanjutnya akan “berlari”. Menerobos terus hingga waktu yang akan mengakhiri.
Terimakasih untuk sahabat dalam perusahaan yang memahami kondisi kita bersama. Karena saya yakin, dibalik pengorbaan kita, selalu ada kemenangan dalam kebahagiaan yang tiada tara.
Meski tidak bisa diungkap semuanya, namun Dibalik seluruh perjalanan 1 tahun ini, ada sesuatu yang hendak saya sampaikan kepada publik. Langkah-langkah perubahan ini tidak akan terwujud tanpa “konsistensi” pemimpin kota.
Pendelegasian kewenangan pasar dari pemerintah kota, dibarengi dengan konsistensi pemimpin, dalam mempercayakan semua situasi kepada penyelesaian Perusahaan Pasar Kota Bitung, adalah “kuncinya”.
Maurits Mantiri sebagai “Pemimpin”, adalah “Karakter” yang berbeda dengan jejak sejarah pemimpin kota lainnya. Pasangan Maurits–Hengky meninggalkan tapak-tapak jejak konsistensi pemimpin yang tidak pernah bergeming dalam mewujudkan perubahan.
Tetap menjaga kepercayaan pada secarik kertas Berbentuk Surat Keputusan Pengangkatan Direksi Perumda Pasar, meski dalam situasi “keniscayaan”. Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang, adalah peribahasa tepat untuk menggambarkan Konsistensi Wali Kota sebagai KPM atau Kuasa Pemilik Modal Perumda Pasar Kota Bitung.
Cita-cita Kepemimpinan Bitung Hebat menjadikan pasar yang TERTATA, TERBANGUN dan TERBERKATI menjadi visi dan misi Perumda bagi masa depan bitung sebagai “Torang Pe Rumah”.
