Kota Bitung

Catat Tanggalnya! Pawai Takbir Segera Digelar Pemkot Bitung, Warga Diminta Patuhi Aturan

Pemerintah Kota Bitung memastikan akan menggelar pawai takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijiriah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung memastikan akan menggelar pawai takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijiriah dengan meriah dan penuh khidmat. Kegiatan tahunan yang selalu dinanti masyarakat ini dijadwalkan berlangsung pada malam takbiran atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pawai takbir akan dilaksanakan pada Jumat (20/3/2026) malam, mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai, dengan mengambil titik start didepan rumah Dinas Wali Kota Bitung dan melintasi sejumlah ruas jalan utama sebelum kembali ke titik awal.

Kegiatan ini akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), remaja masjid, hingga komunitas lokal yang turut memeriahkan suasana dengan lantunan takbir, bedug, serta hiasan kendaraan bernuansa islami.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bitung, Altin Abraham Tumengkol, SIP, MSi, mengonfirmasi bahwa iring-iringan pawai akan dipusatkan di depan rumah Dinas Wali Kota Bitung mulai pukul 19.30 Wita.

“Syukur kemenangan atas menjalankan ibadah puasa melalui malam takbiran ini haruslah dibarengi dengan kemenangan dalam menjalankan aturan,” ujar Altin dalam keterangan resminya, Kamis (19/03/2026).

Demi menjaga kekhusyukan dan ketertiban umum, Pemkot Bitung mengeluarkan sejumlah poin instruksi bagi warga yang ingin berpartisipasi dalam konvoi tersebut.

Altin juga menekankan pentingnya keselamatan berlalu lintas, termasuk kewajiban penggunaan helm bagi pengendara roda dua.

”Gunakan helm agar selamat sampai Sholat Ied. Kami juga melarang penggunaan mobil truk kontainer karena hanya akan menambah panjang antrean konvoi dan memicu kemacetan parah,” tegasnya.

Selain aspek lalu lintas, Altin juga menyoroti aspek nasionalisme dan kenyamanan suara. Ia mengimbau peserta untuk tidak membawa bendera negara lain selama pawai berlangsung. “Tidak membawa bendera negara lain karena ini Indonesia,” imbuhnya.

Larangan keras juga diberlakukan terhadap penggunaan knalpot bising atau knalpot ‘brong’. Menurutnya, suara bising dari knalpot racing sangat mengganggu kesucian lantunan takbir dan lagu-lagu suci yang dikumandangkan.

Altin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kelancaran acara ini agar berjalan dengan aman dan khidmat tanpa ada gesekan dengan aparat keamanan di lapangan.

”Mari bersama amankan malam takbiran nanti. Mohon informasi ini disebarluaskan sebagai pengingat agar warga tidak bermasalah dengan petugas di lapangan,” pungkasnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara