
Bitung – Calon Legislatif (Caleg) di Kota Bitung diduga belum berani tampil memperkenalkan diri dan melakukan sosialisasi ditengah-tengah masyarakat. Diduga para Caleg ini masih “takut” untuk keluar karena menghindari bulan Desember yang notabene dianggap bakal mengakibatkan pembengkakan biaya kampenye.
“Saat ini kebanyakan Caleg belum berani “keluar” karena alasan bulan Desember dan nanti mulai melakukan aktivitas kampanye awal tahun depan atau awal Januari. Kalaupun ada itu benar-benar Caleg yang memiliki finansial kuat,” kata LSM Sakti, Petrus Rumbayar kepada Beritamanado.com, Senin (4/11).
Menurut Rumbayar, para Caleg menganggap dibulan Desember biaya kampanye yang akan dikeluarkan akan jauh lebih besar jika dibandingkan bulan Januari nanti. Mengingat di bulan Desember kata Rumbayar, ada hari raya Natal dan tahun baru yang notabene para Caleg harus menyiapkan DO minuman ringan yang digunakan untuk meraih simpati masyarakat.
“Nah itu yang dihindari para Caleg sehingga belum mau menemui masyarakat untuk memperkenalkan diri,” katanya.
Prediksi Rumbayar ini menurutnya telah ia uji. Dan para Caleg pada umumnya menyatakan akan memulai kampenye diawal bulan Januari nanti. “Logikanya, apa bendanya memulai kampanye bulan Desember dengan Januari kalau bukan menghindari DO dan parsel,” katanya seraya tertawa.(abinenobm)

Topik menarik…. topik berita ini mau menggambarkan kepada kita tentang orientasi mayoritas voters saat ini. Ada yang salah dan perlu diubah pada pola pikir pemilih saat ini, ketika kita menafsirkan even pemilihan apakah pilkada atau Pemilu Legislatif adalah suatu moment jual beli suara. Disuatu sisi pihak KPU, Bawaslu, dan juga sekelompok orang aktif mengkampanyekan anti money politik. Saya pribadi berpendapat, semakin banyak seorang caleg mengeluarkan uang untuk biaya kampanye, ketika terpilih semakin besar peluangnya untuk korupsi, dan orientasi perjuangannya untuk rakyat semakin kecil. ini karena caleg tersebut tidak memiliki beban lagi karena suara telah dia beli dan caleg tersebut lebih berorientasi bagaimana mengembalikan uang dan materi yang dia keluarkan semasa kampanye. Biaya politik perlu, setapi semakin besar biaya yang dia keluarkan semakin kecil kemungkinan bagi dia untuk berjuang bagi rakyat. Jadi menurut saya mari kita pilih caleg yang kecil biaya politiknya tetapi jelas konsep perjuangannya untuk rakyat.
klo bgtu kampanye d utang jo dank ngoni…
MUDAH-MUDAHAN PADA BULAN APRIL 2014 RAKYAT TIDAK MENGHINDAR DARI TPS,
GILIRAN RAKYAT PERLU BANTUAN SEMBUNYI