Taman Nasional Bunaken
Manado – Pemerintah perlu melakukan re-branding mengganti ikon daerah taman laut Bunaken. Menurut gubernur SH Sarundajang, mengganti ikon pariwisata daerah memerlukan kajian dan perlu diseminarkan.
Branding Bunaken yang selama ini menjadi primadona pariwisata mungkin perlu dirubah – SH Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara.
“Untuk melahirkan ikon baru perlu diseminarkan melibatkan para ahli, akademisi dan perguruan tinggi. Branding Bunaken yang selama ini menjadi primadona pariwisata mungkin perlu dirubah”, tutur Sarundajang pada rapat paripurna DPRD Sulut, pekan lalu.
Diakui Sarundajang, pemerintah daerah mengalami kesulitan mengelola taman laut Bunaken karena harus mendapat persetujuan kementerian kehutanan.
“Penguasa Bunaken bukan gubernur atau walikota tapi menteri kehutanan karena ada hutan bakau. Sementara diperjuangkan melepaskan kepada pemerintah provinsi yang mungkin bisa diberikan kepada walikota.
Saya setuju kalau kita mengadakan new branding. Branding yang lain, pakai bahasa Mongondow boleh, bahasa Minahasa atau bahasa Sanger”, tukas Sarundajang. (jerrypalohoon)


jika membicarakan branding, atau mau menggantikan branding lain untuk Bunaken bagi sulut selama ini, tidak serta merta Bunaken di tinggalkan; semua branding yang pernah ada termasuk semua ikon yang termasuk dalam branding saling terkait dan memperkuat; Branding itu kan image, maka image aapa yang ada pada otak/kognitif setiap orang baik yang ada di sulut maupun orang luar terhadap daerah sulut tentu berbeda-beda; hanya saja perbedaan itu kemudian dapat di mediakan sebagai branding baru apa itu …nanti kita diskusikan lagi; artinya sesuatu dikatakan branding kalau di mediakan dan brhasil; artinya dicitrakan berhasil secara publik, bunaken misalnya secara publik berhasila da didalam otak pikiran wisnu dan wisman karena pengaruh media atau promosi….. jiika akita mendapat branding baru bagi daerah ini, maka branding lama atau bunaken itu sendiri turut juga memperkuat branding baru atau kata kasarnya, ingat sulut ooooh ada bunaken, apalagi, ooooh daerah nyiur melambai, daerah aman, daerah sulit di sulut, daerah pluralisme dan multikulturalisme, dsb …itulah branding atau image ….bgitu jo dulu
karna so kotor, rusak, di kesampingkan dunia sebagai tujuan wisata?
.
Sama deng cirita ngoni jadikan bini seorang peyempuan waktu dia masih cantik. serta spuluh taon kemudian so bakado, so sakit bukannya di obati ngoni mo cari laeng????
.
Cumal Lelaki binal ja bagitu!