“Mari kita jadikan forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi awal dari sebuah gerakan nyata,” ajaknya.
“Bersama, kita wujudkan Sulawesi Utara sebagai model pembangunan rendah karbon yang menyejahterakan rakyat dan berkontribusi bagi dunia,” tutupnya.
Kebanggaan pun dirasakan karena empat peneliti Unsrat turut dipercaya menjadi bagian dari tim riset PAIR, yaitu:
• Prof Markus T Lasut
• Dr Donna Okthalia Setiabudhi
• Dr Christoffel M O Mintardjo
• Dr Grace E C M Korompis
Kehadiran para akademisi ini menunjukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki peran penting di ranah riset internasional, membawa harapan besar untuk masa depan yang lebih hijau.
Hadir dalam pertemuan Wakil Gubernur Sulut, Dr Victor Mailangkay, Todd Dias, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Ria Arief, Kepala Unit Knowledge to Policy, Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Dr Eugene Sebastian, Direktur Eksekutif Australia-Indonesia Centre (AIC) and Direktur Utama PAIR, Dr. Hasnawati Saleh, Direktur Indonesia PAIR Sulawesi, AIC@UNHAS LAB, Vania Budianto (PhD Candidate), PAIR Program Manager, Amdya Hisyam, MA, PAIR Program Officer.
Sementara dari pihak Unsrat hadir Wakil Rektor IV, Ir Steenie Edward Wallah, MSc, PhD dan Kepala LPPM Prof Dr Ir Jefrey Ignatius Kindangen, DEA.
(jenlywenur)
