Berita Utama

Bukan Sekadar Diskusi, Unsrat dan PAIR Dorong Wujudkan Energi Bersih di Sulawesi Utara

Bukan Sekadar Diskusi, Unsrat dan PAIR Dorong Wujudkan Energi Bersih di Sulawesi Utara

Manado, BeritaManado.com — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kembali menegaskan komitmennya dalam menghadapi perubahan iklim.

Bekerja sama dengan PAIR (Partnership for Australia-Indonesia Research) dan para mitra strategis lainnya, Unsrat baru-baru ini menjadi tuan rumah dalam acara Roundtable Meeting yang berfokus pada transisi energi.

Dengan tema “Membangun Koalisi Transisi Energi Net Zero di Sulawesi Utara”, pertemuan yang digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025, ini menjadi wadah penting untuk menyatukan berbagai pihak.

Rektor Prof Dr Ir Berty Sompie MEng IPU ASEAN Eng mengingatkan bahwa perubahan iklim adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan.

Dampaknya sudah dirasakan, mulai dari cuaca ekstrem hingga naiknya permukaan air laut yang membuat daerah pesisir semakin rentan.

Di tengah tantangan ini, Indonesia telah menetapkan target ambisius: Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.

Tentu saja ini bukan tugas mudah, butuh kerja keras lintas sektor dan lintas generasi.

Namun, Sulawesi Utara punya peluang emas karena daerah ini diberkahi dengan potensi energi terbarukan yang luar biasa.

Ada energi surya di sepanjang pesisir, angin di kepulauan, bioenergi dari limbah pertanian, hingga mikrohidro di pegunungan.

Semua ini adalah modal besar untuk membangun masa depan rendah karbon yang sesuai dengan konteks lokal.

“Unsrat siap berada di garda terdepan,” ungkap Rektor Unsrat melalui Wakil Rektor I, Prof Ir Arthur G Pinaria, MP, PhD.

Prof Arthur menambahkan bahwa Unsrat telah melakukan riset strategis, terutama terkait transisi energi di fasilitas kesehatan.

Tujuannya tak hanya mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil yang paling terdampak oleh perubahan iklim.

Forum ini, lanjutnya, adalah momentum penting.

“Kita hadir di sini bersama pemerintah, akademisi, mitra internasional, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Mari kita integrasikan hasil riset ke dalam kebijakan daerah, kembangkan inovasi teknologi energi terbarukan, serta ciptakan skema pembiayaan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan pendekatan co-design dan co-creation dari PAIR, Unsrat yakin kolaborasi ini bisa melahirkan aksi nyata, seperti puskesmas bertenaga surya di pulau-pulau kecil, pengelolaan limbah medis berbasis circular economy, dan fasilitas kesehatan hemat energi yang tangguh menghadapi perubahan iklim.

Kolaborasi adalah Kunci Utama

Rektor Unsrat melalui Prof Arthur kembali menegaskan bahwa tidak ada institusi yang bisa berjalan sendirian menghadapi tantangan sebesar ini.

Unsrat siap menjadi jembatan strategis antara dunia akademik, kebijakan publik, dan kebutuhan pembangunan daerah.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara