“Kami melihat sendiri bagaimana beratnya perjuangan pasien dan keluarganya. Karena itu, ketika layanan hemodialisis akhirnya bisa hadir di RS Manembo-nembo, ini bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini sangat dinantikan.”
Ia menegaskan inovasi tak boleh berhenti di satu titik.
“Kami ingin masyarakat percaya bahwa pelayanan kesehatan yang baik juga bisa mereka dapatkan di Bitung. Itu yang terus kami bangun, mulai dari kualitas SDM, pelayanan, sampai fasilitas.”
Dipuji Gubernur, Tetap Rendah Hati
Yulius Selvanus mengaku terkesan dengan perubahan di RSMN, yang menurutnya membuktikan rumah sakit daerah pun bisa berkembang pesat di tangan pemimpin dengan visi jelas — sampai spontan melontarkan candaan “Kadis Kesehatan” tadi.
Ditanya soal itu, Chally memilih merendah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan kepercayaan dari Bapak Gubernur. Bagi saya, amanah harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Fokus saya saat ini tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui RS Manembo-nembo,” ujarnya.
Dokter, Ayah, dan Pelayan Gereja
Di luar kesibukan memimpin rumah sakit, pria 43 tahun ini aktif melayani sebagai Pelayan Khusus (Pelsus) dan bagian dari Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Yesus Memberkati Citraland.
Di rumah, ia didampingi sang istri, dr. Anastasya Runtunuwu, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam, bersama dua putra mereka, Lucas dan Caleb.
Deidy Wuisan
