Bisnis dan Ekonomi

Budaya Menabung Terus Didorong, OJK SulutGoMalut Catat Capaian Positif Program KEJAR

Budaya Menabung Terus Didorong, OJK SulutGoMalut Catat Capaian Positif Program KEJAR
Puncak HIM dan BLK

Manado, BeritaManado.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut) menggelar Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (20/8/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 1.110 pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta melibatkan 17 industri jasa keuangan (IJK) di Sulawesi Utara. Acara berlangsung meriah dengan berbagai lomba, seperti cerdas cermat keuangan, pidato bahasa Inggris, dan video reels competition.

Kepala OJK SulutGoMalut, Robert Sianipar, menjelaskan bahwa rangkaian HIM dan BLK telah dilaksanakan sejak 1 Juli hingga 8 Agustus 2025, baik secara daring maupun luring. Agenda tersebut mencakup sosialisasi, edukasi keuangan, hingga pembukaan rekening secara masif di seluruh segmen masyarakat.

Robert juga menegaskan bahwa menabung kini tidak lagi hanya dipahami sebagai aktivitas menyimpan dana, tetapi telah menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan modern yang adaptif, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.

“Kebiasaan menabung merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan ketahanan finansial masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional. Jika ditanamkan sejak dini, menabung bukan sekadar soal uang, tetapi juga investasi karakter: disiplin, terencana, dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

Ia memaparkan capaian Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Sulawesi Utara yang telah menjangkau 1.098 pelajar dengan total simpanan mencapai Rp4,75 miliar. Program ini, menurutnya, tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga dari kebermanfaatannya bagi pelajar.

Melalui program KEJAR, generasi muda dibekali pemahaman praktis mengenai pengelolaan tabungan, transaksi digital, hingga perencanaan keuangan pribadi. Capaian ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 91 persen pada tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.

Selain itu, OJK bersama IJK, sekolah, dan universitas terus memperkuat pelaksanaan BLK melalui kegiatan edukasi di sekolah dan kampus, pengukuhan duta literasi keuangan, serta pemanfaatan sarana edukasi bergerak seperti Simolek.

Menurut Robert, melalui seluruh rangkaian kegiatan HIM, BLK, dan KEJAR 2025, OJK ingin memastikan bahwa pelajar dan mahasiswa tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga terbiasa menabung secara disiplin, mampu melindungi diri dari risiko keuangan, serta membentuk perilaku finansial yang sehat.

“Momentum HIM 2025 harus kita jadikan pijakan untuk memperkuat sinergi seluruh pihak, agar budaya menabung benar-benar mengakar di kalangan generasi muda. Mari kita jadikan kesempatan ini sebagai ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi cerdas finansial, tangguh menghadapi era digital, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan perekonomian bangsa,” pungkasnya.

(srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara