Minsel

Budaya ”Baku Cungkel” Harus Dihilangkan!

Budaya ''Baku Cungkel'' Harus Dihilangkan!
Benteng Portugis di Amurang

Amurang–Supaya orang Amurang tidak jadi ‘tamu’ di negeri sendiri, maka dihimbau sesana orang Amurang menjauhi budaya “baku cungkel”. Bagaimana cara menghilangkannya?

‘’Orang Amurang dikenal pandai-pandai. Bahkan, orang Amurang banyak yang memiliki banyak ide-ide cemerlang. Tapi, tidak sedikit pula orang Amurang disebut suka ‘baku cungkel’,” kata Jacky Wauran, warga Amurang.

Menurut Wauran, bagaimana kita sebagai orang Amurang bisa menghilangkan budaya tersebut, sebab tak hanya orang Amurang saja melainkan, orang Minahasa pada umumnya pun melakukannya.

‘’Memang sulit, tapi bagaimana mau menghilangkannya? Tentu datang dari diri kita masing-masing untuk menghilangkan budaya ‘baku cungkel’ ada pada diri kita semua,’’ jelas tokoh pemuda KGPM tersebut.

Ditambahkannya, orang Amurang menjadi ‘tamu’ di daerah sendiri, karena budaya itu.

‘’Budaya ‘baku cungkel’ tak bisa hilang lagi. Tak hanya itu, budaya ini sudah beberapa kali diseminarkan. Namun, apa arti seminar tentang ‘baku cungkel’ kalau cara orang Amurang tetap sama. Memang, tidak semua orang Amurang. Bahkan, saya sulit menilai siapa secara individu itu,’’ ungkapnya.(and)

2 tanggapan untuk “Budaya ”Baku Cungkel” Harus Dihilangkan!”

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara