
Penulis: Sri Surya | Manado
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 16 Manado terus memperkuat pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo hingga sebagian Sulawesi Tengah.
Hingga Desember 2026, BRI Region 16 Manado menargetkan penyaluran KUR Mikro sebesar Rp4,674 triliun dan KUR Kecil sebesar Rp751 miliar.
Regional Mikro Banking Head, Rizky Andhika, mengatakan pembiayaan KUR menjadi salah satu upaya penting dalam memperluas akses permodalan bagi masyarakat dan UMKM.
“Pembiayaan KUR memberikan akses permodalan yang mudah dan murah bagi UMKM, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada lembaga keuangan informal. Dukungan jaringan kerja BRI yang tersebar hingga pelosok desa dan kepulauan juga menjadi kekuatan utama kami,” ujar Rizky Andhika.
Ia menjelaskan, sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi penopang utama penyaluran kredit KUR di Region 16 Manado dengan porsi mencapai 40,73 persen.
Disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 33,13 persen, serta sektor jasa kemasyarakatan dan sosial budaya sebesar 9,81 persen.
Selain itu, BRI juga memfokuskan pengembangan pembiayaan pada sektor unggulan daerah, seperti komoditas cengkih, pala dan kopra di Sulawesi Utara, perikanan dan kelautan, jagung di Gorontalo, hingga kopi, kakao dan durian di wilayah Palu.
Menurut Rizky, BRI saat ini memiliki jaringan yang luas di wilayah kerja Region 16 Manado, terdiri dari 20 Kantor Cabang, 16 Kantor Cabang Pembantu, 203 BRI Unit, 12.743 agen BRILink, 572 EDC merchant, 102 ATM/CRM serta lebih dari 36 ribu QRIS BRI.
“Jaringan kerja yang luas ini memudahkan pelaku UMKM dalam mengakses layanan pembiayaan dan transaksi keuangan, termasuk di wilayah kepulauan dan pelosok,” katanya.
Meski demikian, BRI mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penyaluran kredit di wilayah Indonesia timur.
Salah satunya tingginya rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di atas 100 persen serta tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) KUR Mikro dan KUR Kecil yang masih berada di atas threshold 3 persen.
Selain itu, keterbatasan penetrasi internet di wilayah pedesaan dan kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan inklusi keuangan.
“Tenaga pemasar kami di wilayah kepulauan harus menempuh jarak yang jauh dengan akses transportasi dan jalan yang belum sepenuhnya memadai. Namun kami tetap berkomitmen memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat,” ujar Rizky.
BRI berharap pembiayaan KUR yang terus diperluas dapat menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus mendorong UMKM naik kelas.
