
Penulis: Sri Surya
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 16 Manado terus memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui berbagai pelatihan, pendampingan usaha hingga digitalisasi bisnis untuk membantu pelaku usaha naik kelas.
Regional Mikro Banking Head BRI Region 16 Manado, Rizky Andhika, mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal.
“BRI tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pendampingan usaha, akses pasar hingga digitalisasi agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” kata Rizky Andhika.
Program pemberdayaan dilakukan melalui pengembangan klaster usaha, pelatihan bisnis, business matching, literasi keuangan hingga bantuan sarana usaha.
Selain itu, BRI juga mendorong UMKM memanfaatkan marketplace seperti Shopee, Tokopedia dan platform digital lainnya guna memperluas akses pemasaran produk.
BRI Region 16 Manado juga mengembangkan platform digital LinkUMKM yang dapat diakses melalui website dan aplikasi.
Platform tersebut menyediakan berbagai fitur, mulai dari pelatihan online, komunitas UMKM, media informasi, etalase produk hingga sistem penilaian UMKM naik kelas.
Secara nasional, pengguna LinkUMKM telah mencapai lebih dari 3,2 juta pengguna, sedangkan di wilayah Region 16 Manado tercatat sebanyak 9.136 pengguna.
Tak hanya itu, BRI juga menjalankan program Rumah BUMN Manado sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan UMKM berbasis ekonomi digital.
Melalui Rumah BUMN, pelaku usaha mendapatkan pelatihan sertifikasi halal, branding produk, business matching hingga akses permodalan.
“Rumah BUMN menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan bisnis digital dan meningkatkan daya saing produknya,” ujar Rizky.
BRI juga menjalankan Program Desa BRILian yang berfokus pada pemberdayaan perangkat desa, BUMDes dan UMKM desa melalui pelatihan, pendampingan hingga pengembangan potensi desa.
Meski begitu, BRI mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pemberdayaan UMKM, mulai dari rendahnya literasi digital, keterbatasan akses modal, persoalan branding produk hingga lemahnya regenerasi pelaku usaha.
Karena itu, BRI terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan literasi keuangan, digitalisasi usaha, pembukaan akses pasar hingga pendampingan inovasi produk.
“Ke depan kami ingin semakin banyak UMKM yang mampu berkembang, memiliki akses pasar yang lebih luas dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” kata Rizky Andhika.
