Hukum dan Kriminalitas

‘Brenti jo Bagate’ Kurang Berdampak

Manado – Terkait program ‘Brenti jo Bagate’ yang diprakarsai Polda dan Pemprov Sulut, menurut pemerhati sosial Michael Palohoon kurang berimplikasi pada pengurangan kasus kriminal akibat minuman beralkohol jika tidak ada penekanan pada produksi dan peredaran minuman keras.

“Loginya khan bagaimana kita bisa mengajak orang lain berhenti mengkonsumsi minuman keras jika miras itu masih beredar luas dan dijual bebas. Harus dihentikan dulu produksi miras baru mengajak warga untuk berhenti miras,” ujar Michael.

Meski demikian diakuinya sulit menghentikan peredaran miras, namun pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara regulasi ketat terkait produksi dan peredaran miras.

“Misalnya miras cap tikus. Sebenarnya minuman ini tidak bisa dikonsumsi langsung, harus melalui proses khusus untuk dijadikan minumas keras tertentu. Juga miras jenis kasegaran yang beredar luas. Apakah pemerintah sudah melakukan penelitian kadar alkohol yang layak,” tukas Michael. (jry/tm)

2 tanggapan untuk “‘Brenti jo Bagate’ Kurang Berdampak”

  1. sejalan dengan pengendalian dan pengawasan terhadap produksi dan distribusi miras, juga mulai diupayakan agar setiap ada acara perayaan masyarakat tidak disuguhi minuman beralkohol atau miras.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara