Agama dan Pendidikan

Brani: Franky Mocodompis harus Paham Substansi Masalah

Manado – Menanggapi pernyataan memanas-manasi dan memprovokasi oleh Franky Mocodompis di rubrik komentar beritamanado.com, ditanggapi balik Ketua GP Ansor Sulut, Benny Rhamdani. Menurut Brani, pernyataan Mocodompis adalah pernyataan tidak cerdas, bahkan tidak memahami substansi permasalahan.

“Dia (Franky Mocodompis, red) itu tidak cerdas. Harus tahu dulu substansi permasalahannya. Bahwa yang jelas Pemuda Ansor sangat mendukung pembangunan taman religi, tapi lokasi eks kampung Texas tidak representatif, apalagi harus membongkar rumah ibadah yang sudah ada sejak tahun 1960,” tukas Brani kepada beritamanado, Selasa (5/6).

Sementara ajakan dialog yang dikemukakan Mocodompis, bahwa dari pihak Pemuda Ansor telah mengirim delegasi melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Manado. Pemuda Ansor  siap memberikan perspektif termasuk undangan dari Mocodompis.

“Tentu dengan senang hati saya menyambut baik ajakan dialog bung Franky Mocodompis, baik secara pribadi maupun secara organisasi, supaya isu ini jangan dibelokan yang menjadi kontroversi publik,” tambahnya.

Brani juga berharap isu tersebut tidak dijadikan isu agama oleh kelompok tertentu. “Di alam demokrasi saat ini sangat kerdil jika isu ini dibelokkan menjadi isu agama dan tolerasi yang selama ini sangat baik di Sulawesi Utara,” pungkas Brani. (jerry)

 

 

14 tanggapan untuk “Brani: Franky Mocodompis harus Paham Substansi Masalah”

  1. janganlah memberi komentar yg hanya menambah masalah..mari torang duduk bersama kong bahas akan hal ini, mengenai histori jangan disamakan antara tempat ibadah dan benteng manado yg dibuat oleh Belanda..anda mungkin tidak merasakan nilai historis karena anda pasti bukan pengguna tempat ibadah tersebut..jadi marilah kita sama” berpikir yg lebih arif dan bijaksana dalam menyingkapi akan hal tersebut. karena pasti anda ingin akan sebuah kedamaian di bumi nyiur kami pun demikian.

    hanya satu yg bisa saya sampaikan bahwa Torang Samua Basudara..tks

  2. Bagus itu Tuama Manado pe komentar!!! satu mo stel2 jubir, satu memanfaatkan org manado pe toleransi. Dia nintau dulu di kampung Texas itu ada 2 kolom dari jemaat Sentrum, bagus toki dua2 pa frangky deng Benny dua stel jago mar bodok

  3. saya setuju dengan bung franky.. yang sadar itu harusnya beny pintarnya memutar balikan kata…

  4. Saya setuju dengan Franky dan Dave Smith.

    Kalau memang itu sudah masuk dalam RTRW Kota Manado kenapa harus di tentang? bahkan membawa nama Ormas dengan dalil historis yang Rancu!.
    Kalau tidak salah itu historisnya adalah benteng Manado yg dibuat oleh Belanda. Nah, mana yg menpunya nilai Historis yang lebih tinggi?

    Yang kedua adalah, lingkungan di seputaran kampung Texas sudah sangat Kumuh. dan bagi yang menentang .. Tahukah anda kenapa tempat tsb dinamai ‘Kampung Texas?’ kalau Para penentang adalah orang manado pasti tahu maksud saya!.

    Sekali lagi dukungan penuh untuk Pemkot Manado dalam menata Kota ini menjadi lebih baik. Taman Religi lebih tepat dibangun dibanding penambahan Mall atau Rumah Sakit di Pesisir Pantai Manado.

    Salam,
    Sam

  5. Wah pak tuama, saya berpendapat tidak dalam kapasitas mewakili pemerintah kota manado atau dinas kominfo kota manado, meski jabatan saya di kantor memberi saya peluang berbicara atas nama dinas kominfo sepanjang ditugaskan. Pendapat soal taman religi itu, pendapat pribadi, dan tidak mewakili organisasi manapun. Memang ada aturan yang melarang seorang warganegara mengeluarkan pendapat? Kalau ada, mhn diberi tahu pak.

  6. Tuan Franky Mocodompis, ngana brenti jo menanggapi atas nama Pemkot Manado. Kan ada Kadis Infokom Kota Manado yg paling berkompeten atas nama Pemerintah Kota Manado… Ngana itu jabatan apa ????
    Kemudian untuk Benny Rhamdani, agar supaya jangan terlalu arongan memberikan komentar dan pernyataan. Ngana musti kenal dulu karakter orang Manado keturunan Manguni Makasiouw.
    Tolong di perhatikan dan di pahami akan hal ini.

  7. Untuk tata ruang yg lebih baik kenapa tidak???
    Bukankah juga di sekitar pasar 45 sudah banyak mesjid dan musholah jadi jemaahnya bisa pindah kan???
    Lagian kalau alasan historis, maka kampung texas harusnya tidak di gusur karena PUNYA NILAI HISTORIS TERSENDIRI KAN???

    Bung Brani, samua orang boleh cari alasan sandiri2. . . . .
    .
    Bukankah disitu juga akan didirikan Mesjid, namailah mesjid itu dgn nama yg sekarang, lalu buatlah SEJARAH HISTORIS dr mesjid tsbt PAJANGLAH DI T4 YG MUDAH DILIHAT ORANG, maka nilai HISTORIS ITU akan lebih MUDAH DIKENANG ORG. . .. . . . . . .
    .
    SULUT memang punya TOLERANSI TINGGI DALAM BERAGAMA . . . .
    So, KALI INI BERPARTISIPASILAH BUNG BRANI. . . . BUKAN HANYA NUNTUT DITOLERANSIIN dan DIIKUTIN MAUNYA. . . .
    . . .

  8. Kalu dua2 jago, berdebatlah secara terbuka. Jangan cuma berani berdebat lewat media online….. hehehehhe….. Kalu berdebat panjang2 disini itu namanya pecundang…..

  9. …LEBE BAE KWA ITU BRANI DENG FRANKY BAKUDAPA…
    KONG BACERITA…SUPAYA LEBE JELAS..

    …MO BACA-BACA INI BERITA DI MEDIA MASA NINTAU MANA YANG JELAS…
    ..USUL BUAT REDAKSI BERITAMANADO KALO TULIS BERITA TULIS YANG JELAS DAN ITU KOMENTAR DARI ORANG JUGA JANG KASE-KASE ILANG..ABIS ITU TIMBUL LAGI…APALAGI INI BERITA-BERITA BAGINI …MUSTI HATI-HATI BOSS

  10. Berita edisi 30 Mei : PEMUDA ANSOR TOLAK PEMBANGUNAN TAMAN RELIGI DI AREAL EKS KAMPUNG TEXAS – saya sadur beberapa alasannya: Rencana pembangunan taman religi di areal eks kampung Texas, pusat kota Manado mendapat penolakan Gerakan Pemuda Ansor. Ketua GP Ansor Sulut Benny Rhamdani menilai : 1. lokasi pembangunan tersebut tidak representatif, 2. akan menghilangkan nilai history tempat ibadah yakni sebuah Mesjid yang dibangun sejak tahun 1960.

    Bung Benny menjelaskan alasannya tentang tidak representatif sebagai berikut :
    – Mesjid ini sudah ada jamaahnya, bahkan pada hari raya tertentu tak mampu menampung jumlah jamaah yang banyak, sementara bangunan rumah ibadah lainnya hanya bersifat replika yang tidak ada jamaahnya. Jadi itu tidak tepat
    – Faktor luas areal kaitannya dengan situasi lalulintas di sekitar taman religi tersebut yang banyak bangunan pertokoan.
    – Warga yang datang harus parkir kendaraan dimana? Di sekitar taman itu sudah penuh bangunan pertokoan

    Lalu soal fungsionalnya, Bung Benny memberikan penjelasan :
    – Alasan pengembang akan membongkar bangunan mesjid kemudian akan diganti dengan bangunan mesjid yang baru dengan ukuran lebih kecil yang sama ukurannya dengan bangunan rumah ibadah lainnya, menurut Rhamdani akan menghilangkan aspek fungsional Mesjid tersebut
    Soal kata-kata memprovokasi dan memanas-manasi itu, saya ajak pembaca sekalian menyimak baik-baik beberapa kalimat/kata berikut :
    – Kemudian pembangunan juga tidak harus dilakukan melalui ‘penggusuran’ tempat ibadah yang berdiri sejak tahun 1960, bahkan memiliki banyak jamaah
    – Alasan pengembang akan ‘membongkar’ bangunan mesjid
    – Karena Mesjid ini sudah ada jamaahnya, bahkan pada hari raya tertentu tak mampu menampung jumlah jamaah yang banyak, sementara bangunan rumah ibadah lainnya hanya bersifat ‘replika yang tidak ada jamaahnya’. Jadi itu tidak tepat.

    Substansinya, PEMUDA ANSOR (ATAU BUNG BENNY) MENOLAK PEMBANGUNAN TAMAN RELIGI di Areal Eks Kampung Texas…menyarankan TAMAN RELIGI dibangun di Ring Road…

    Soal usulan perpindahan lokasi, silahkan saja mengusulkan, tapi sebaiknya dengan alasan yang baik dan kalimat yang tidak memprovokasi…

  11. Kong kiapa dang tu berita ttg Mocodompis pe pernyataan so nyandak ada di arsip? hehehhehe….. nyandak bertanggungjawab dang kang…. kase statement setelah itu dihapus….. panako kote….

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara