
BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara pada 16–18 Februari 2026. Hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Manado, Bitung, dan Tomohon.
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi Manado memantau adanya dinamika atmosfer yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Utara.
Berdasarkan analisis meteorologi, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, serta gelombang frekuensi rendah memicu peningkatan aktivitas konvektif di atmosfer.
Kondisi ini menyebabkan peningkatan intensitas curah hujan signifikan yang berpotensi disertai kilat atau petir.
Selain itu, keberadaan pusat tekanan rendah di wilayah timur Australia turut memicu penumpukan massa udara yang ditandai belokan angin (shearline) di wilayah Sulawesi Utara.
Kombinasi fenomena tersebut memperkuat pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah daerah, antara lain Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, hingga Kepulauan Talaud.
Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, tanah longsor, dan pohon tumbang, khususnya di wilayah bertopografi curam atau rawan longsor.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis sehingga masyarakat diharapkan terus memantau informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
(rds)
