
Penulis: Tim Redaksi
Berita Manado: Dua kabar besar mengguncang Sulawesi Utara sekaligus: Bupati Sitaro aktif resmi menjadi tersangka korupsi dana bencana, sementara ekonomi daerah justru menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Berikut tujuh berita terpenting dari Sulut hari ini yang wajib Anda simak.
1. Cynthia Kalangit Resmi Tersangka Korupsi Dana Bencana Rp22,7 Miliar
Bupati Kepulauan Sitaro aktif, Cynthia Kalangit (CIK), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Rabu (6/5/2026). Ia menjadi tersangka kelima dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan bencana erupsi Gunung Ruang tahun 2024. Usai pemeriksaan maraton, ia keluar dari gedung Kejati Sulut mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dan memilih bungkam di hadapan media.
Dari total dana bencana senilai Rp35 miliar yang bersumber dari BNPB, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp22,7 miliar. Sebelumnya, empat tersangka lain telah ditetapkan, termasuk mantan Penjabat Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, dan pihak swasta. Kejati Sulut menegaskan komitmen menuntaskan kasus ini secara transparan.
2. Joune Ganda: Investasi Minahasa Utara Tembus Rp779,18 Miliar di Triwulan I
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kabupaten Minahasa Utara yang dipimpin Bupati Joune Ganda mencatat realisasi investasi Rp779,18 miliar pada triwulan pertama 2026 — hampir 40 persen dari target tahunan Rp1,95 triliun. Capaian ini ditopang 530 proyek, terdiri dari 437 proyek PMDN dan 93 proyek PMA, dengan Singapura tampil sebagai investor asing terbesar menyumbang lebih dari Rp435 miliar.
Sektor pertambangan menjadi lokomotif utama senilai Rp429,9 miliar, menyerap 773 tenaga kerja. Bupati Joune Ganda memberi sinyal optimis: “Baru triwulan pertama sudah hampir 40 persen. Ini indikasi kuat target tahun ini bisa tercapai, bahkan berpotensi terlampaui.” Namun ia mengingatkan agar birokrasi lambat dan praktik pungli tidak merusak momentum.
–> Baca selengkapnya: Di Tengah Tekanan Global, Minahasa Utara Justru Panen Investasi
3. Ekspor Sulut Tumbuh 7,84 Persen, Minyak Nabati Jadi Andalan ke Belanda
BPS Sulawesi Utara mencatat nilai ekspor Sulut pada Januari–Maret 2026 mencapai US$302,88 juta, tumbuh 7,84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Komoditas terbesar adalah lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai US$222,29 juta, naik 10,03 persen. Belanda menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai US$58,95 juta.
Di sisi impor, Sulut membukukan US$35,31 juta dengan bahan bakar mineral sebagai komoditas utama. Kinerja ini mempertegas bahwa perdagangan luar negeri Sulut tetap tumbuh dan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah meski tekanan global masih berlangsung.
–> Baca selengkapnya: Ekspor Sulut Tumbuh 7,84 Persen, Didominasi Komoditas Minyak Nabati
4. KMP Tude Docking 30 Hari, Penyeberangan Bitung Lumpuh hingga 6 Juni
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tude resmi masuk docking tahunan mulai 6 Mei 2026, menghentikan sementara layanan penyeberangan yang dikelola Perumda Bangun Bitung. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 216/PUD.BB/V/2026, proses perawatan kapal ini berlangsung sekitar 30 hari kalender hingga 6 Juni 2026.
Plt. Direksi Perumda Bangun Bitung, Veysco Dandel, menyatakan docking merupakan kewajiban rutin demi menjamin keselamatan dan kelayakan operasional kapal. Masyarakat pengguna jasa penyeberangan diminta menyesuaikan rencana perjalanan dan memanfaatkan alternatif transportasi laut lain selama masa docking berlangsung.
5. Sulut Menua: 1 dari 7 Warga Kini Lansia, Rasio Ketergantungan Naik ke 45,95
Data SUPAS 2025 yang dirilis BPS Sulut mengungkap fakta mengejutkan: proporsi lansia (60 tahun ke atas) kini mencapai 14,12 persen, naik dari 12,19 persen pada 2020 dan jauh melampaui ambang batas ageing population 10 persen. Kabupaten Minahasa menjadi wilayah dengan lansia terbanyak: 17,65 persen. Rasio ketergantungan pun naik ke 45,95 — artinya setiap 100 penduduk produktif menanggung sekitar 45 orang yang tidak produktif secara ekonomi.
Sementara itu, angka fertilitas total (TFR) Sulut jatuh ke 2,07, menembus batas replacement level 2,10. Penurunan kelahiran ini dipicu berkurangnya angka pada kelompok usia 15–19 dan 25–29 tahun. Kepala BPS Sulut, Dr. Watekhi, menegaskan kondisi ini menuntut kebijakan yang lebih ramah lansia dari sisi kesehatan, perlindungan sosial, dan ekonomi.
–> Baca selengkapnya: Orang Sulut yang Lahir Makin Sedikit, Lansia Makin Banyak
6. Polres Bitung Tangkap 2 Pemuda, Sita 200 Butir Heximer di Matuari
Satuan Reserse Narkoba Polres Bitung mengamankan dua pemuda berinisial AM (20) dan FJW (21) dalam operasi pemberantasan obat terlarang di Kelurahan Manembo-Nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Senin (4/5/2026) malam. Petugas menyita 200 butir obat trihexyphenidyl (heximer) yang dikemas dalam dua paket plastik bening. AM mengakui obat diperoleh dari FJW, dan keduanya berencana mengedarkannya seharga Rp10.000 per butir.
