Program Petani Unggulan dan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia Tahun 2020 telah berjalan selama 1 tahun, yakni sejak November 2020.
Dalam kurun satu (1) tahun tersebut, telah dilaksanakan 4 tahapan pelatihan yang dilakukan secara offline dan online.
Pertemuan offline dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu (1) tahun, termasuk kegiatan capacity building yang dilakukan sejak tanggal 16 November 2021 (kemarin), sedangkan kegiatan konsultasi dilakukan secara online via kanal media sosial (Whatsapp Group).
Selama 4 kali tahap pelatihan, para calon WUBI dan PUBI Tahun 2020 telah mendapatkan berbagai macam materi yang bermanfaat.
Sebagai contoh, pada tahap pelatihan 1 dan 2, calon WUBI telah mendapatkan pelatihan mengenai business canvas, digital marketing, branding, dan NLP.
Pada tahap ke-3, para peserta telah mendapatkan pelatihan yang lebih lanjut, mulai dari cara penentuan HPP, pembuatan laporan keuangan, hingga pemanfaatan kanal digital untuk keberlangsungan usaha.
Para peserta calon PUBI juga telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan variatif, seperti Pengolahan Tanah, Pengenalan Hama dan Penyakit, Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), Pertanian Terintegrasi, Pemasaran Pertanian secara Digital, hingga Manajemen Keuangan.

Berdasarkan laporan dari tim IMUTS Pelatih Indonesia selaku coach, sebagian besar peserta juga telah menerapkan ilmu yang diberikan terhadap lahan pertanian mereka, sehingga menghasilkan usaha pertanian yang lebih maju dengan pangsa pasar yang lebih luas dari sebelumnya.
“Pada hari ini telah selesai dilaksanakan prosesi wisuda untuk peserta WUBI dan PUBI tahun 2020. Dengan selesainya prosesi wisuda ini, maka dengan bangga kami nyatakan bahwa bapak dan ibu peserta wisuda tidak lagi dianggap sebagai calon WUBI dan PUBI, namun secara resmi dinyatakan sebagai Wirausaha Unggulan dan Petani Unggulan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara,” kata Arbonas.
Arbonas pun menyampaikan selamat kepada para wisudawan beserta keluarga serta menegaskan, kegiatan ini telah melahirkan wirausahawan dan petani-petani yang unggul serta berkompeten sebagaimana yang baru saja di wisuda.
“Semoga segala perjuangan dan kerja keras bapak dan ibu hingga berhasil mencapai tahap ini dapat menjadi contoh bagi calon WUBI dan PUBI berikutnya. Pesan saya, jadikanlah acara wisuda ini bukan merupakan akhir dari proses belajar dan perjuangan bapak dan ibu, namun sebagai titik awal semangat yang baru untuk bersama-sama memajukan dan mengembangkan, tidak hanya usaha bapak dan ibu sendiri, namun juga sektor UMKM dan pertanian Sulawesi Utara secara keseluruhan, demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Arbonas.
(srisurya)
