Bisnis dan Ekonomi

Berhasil Lewati Tahapan Pelatihan, Bank Indonesia Wisuda Petani dan Wirausaha Unggulan

Berhasil Lewati Tahapan Pelatihan, Bank Indonesia Wisuda Petani dan Wirausaha Unggulan
Arbonas Hutabarat pimpin wisuda Wubi dan Pubi

Manado, BeritaManado.com — Seluruh rangkaian pelatihan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) dan Petani Unggulan Bank Indonesia (PUBI) yang telah diikuti oleh Calon Wisudawan WUBI dan PUBI sejak tahun 2020, resmi ditutup pada Selasa (17/11/2021).

Penutupan tersebut ditandai dengan dilaksanakannya Wisuda Petani Unggulan dan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia di Hotel Luwansa, Kota Manado.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) Arbonas Hutabarat dalam sambutannya memaparkan kembali latar belakang didirikannya program ini.

Seperti yang pada umumnya diketahui, dunia pertanian dan UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional maupun daerah.

Sektor pertanian dan UMKM merupakan penyedia jaring pengaman masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Itu merupakan salah satu sumber pendapatan utama negara Indonesia yang berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Arbonas.

Sebagai negara agraris, peranan sektor pertanian masih cukup dominan.

Menurut data Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor pertanian di dalam PDB kuartal III-2021 sebesar 13,6%.

Sektor pertanian masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi negara (terbesar ke-2) setelah industri pengolahan.

Peranan dari sektor UMKM juga mengalami perkembangan, utamanya di era pandemi Covid-19.

Sektor UMKM diyakinkan sebagai sektor yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian selama pandemi.

Atas dasar itulah maka pemerintah kemudian menggagaskan agar sektor UMKM dapat dijadikan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.

Namun di sisi lain, sektor pertanian dan UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan ketenagakerjaan.

Salah satu faktor penghambat yang dominan adalah masih banyak petani dan pelaku UMKM yang belum mampu untuk membuat pencatatan laporan keuangan yang terstruktur, serta tidak memperhitungkan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai komponen yang krusial dalam perhitungan hasil penjualan mereka.

Kurangnya pengetahuan di bidang pencatatan keuangan dan kewirausahaan ini menyebabkan para petani dan pelaku UMKM tidak mampu untuk mengelola pendapatan mereka secara maksimal, sehingga seringkali tidak dapat menggunakan pendapatan dari hasil penjualan sebelumnya untuk produksi berikutnya.

Sebagai bagian dari cara memitigasi hambatan terhadap profesi petani dan juga pelaku UMKM, maka Kantor Perwakilan Bank Indonesia membentuk Program Petani Unggulan dan Wirausaha Unggulan.

Program ini diciptakan untuk membantu para petani dan wirausahawan dalam mengembangkan kapasitas mereka.

“Secara khusus, program ini dibuat agar para petani dan wirausahawan memiliki mindset yang lebih terarah, agar memiliki kemampuan yang lebih tajam untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang sedang dihadapi sehingga mampu menemukan pemecahan masalah yang terbaik berdasarkan hasil investigasi. Kemampuan itulah yang berusaha untuk ditumbuhkembangkan selama pelatihan ini,” jelas Arbonas.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara