Benny Mamoto menabur bunga di makam Sofie Pandean
Manado – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan. Ungkapan tersebut sangat diingat oleh Benny Mamoto.
Momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015 diapresiasikan calon Gubernur Sulut ini dengan ziarah ke makam almarhumah Sofie Kornelia Pandean, pahlawan dan tokoh pemuda yang membacakan naskah ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 di Kota Manado.
Pusara Sofie Pandean
Benny Mamoto didampingi tim pemenangan Benny-David diterima Meity Pandean mewakili keluarga besar Sofie Pandean di kediaman keluarga di Jalan A.A Maramis, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Rabu (28/10/2015) pagi.
Kepada media, Mamoto menjelaskan harapan keluarga almarhumah Sofie Pandean untuk membangun museum sejarah. Menurut Mamoto, di usia 17 tahun pada tahun 1928 Sofie Pandean adalah tokoh muda Sulawesi Utara tercatat dalam sejarah yang ikut membacakan ikrar Sumpah Pemuda.
Ibadah bersama keluarga
“Almarhumah pernah mendapatkan penghargaan dari proklamator Bung Karno dan mantan gubernur E.E Mangindaan. Almarhum Sofie Pandean tercatat dalam sejarah Indonesia salah-satu pemuda yang ikut membacakan ikrar Sumpah Pemuda di Sulawesi Utara. Ketika kita banyak menulis tentang Sumpah Pemuda, ternyata ada pahlawan Sumpah Pemuda dari Sulawesi Utara.
Keluarga berencana membuat museum agar kisah Sumpah Pemuda dijadikan agenda nasional. Makam almarhum Sofie Pandean memiliki nilai sejarah kepahlawanan yang tinggi sehingga patut mendapatkan perhatian pemerintah yang akan memimpin Sulawesi Utara nanti,” terang tokoh budaya yang mendedikasikan diri membangun Sulawesi Utara. (jerrypalohoon)



