BITUNG—Ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) yang tergabung dalam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bitung mulai dihinggapi kekuatiran. Pasalnya, Pemkot Bitung berencana untuk melakukan pengurangan 537 THL dari 1074 jumlah THL karena dianggap terlalu memberatkan APBD.
“Saat ini kurang lebih 200 orang THL yang ada di Satpol PP, dan terus terang sudah ada instruksi dari pimpinan untuk mulai melakukan pengurangan dalam waktu dekat ini. Dan jelas ini merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi saya,” kata Kepala Satpol PP Kota Bitung, Herry Benjamin beberapa waktu lalu.
Malah menurut Benjamin, semenjak kabar pengurangan tersebut beredar, kinerja ratusan anak buahnya langsung menurun. Mengingat dari puluhan SKPD yang ada di jajaran Pemkot Bitung, Satpol PP paling banyak menampung THL.
“Saya sudah berupaya memberikan pertimbangan kepada pimpinan namun tetap saja harus ada ratusan THL yang dikurangi. Dan jelas ini sangat mengganggu kinerja anak buah saya sehari-hari karena mulai bertanya-tanya soal siapa-siapa yang bakal menjadi korban pengurangan nenatinya,” katanya.
Disatu sisi menurut Bejamin, jika dilakukan pengurangan dirinya kuatir personil Satpol PP tidak akan maksimal dalam bertugas. Karena jumlah Satpol PP yang ada saat ini dianggap sudah pas dan maksimal dalam menjalankan tugas setiap hari, seperti melakukan pengamanan disejumlah rumah pejabat dan fasilitas Pemkot Bitung.
“Tapi semua saya kembalikan ke pimpinan untuk memutuskan. Namun jika memang nantinya, setelah pengurangan personil tidak mencukupi maka apa boleh buat personil yang melakukan penjagaan selama ini di fasailitas Pemkot seperti RSUD pasti akan kita tarik,” katanya.(en)
