
Manado – Rempah-rempah jenis bawang putih mulai menghilang di pasaran. Hal ini diutarakan sejumlah warga kepada BeritaManado.com.
“Kiapa ini bawang putih so langkah, samua warong di Taas (Kelurahan Taas so cari habis,” ujar Nova Makaudi.
Hal yang sama juga disampaikan Ivan Kairupan karyawan salah satu Bank mengaku saat ini sulit mendapatkan bawang putih, kalaupun ada harga bawang putih kini sudah melonjak tinggi, katanya.
“Harga bawang putih saat ini mencapai Rp 8.680 per ons atau 86.680 per Kg, sedangkan bawang merah kini mencapai harga Rp. 42.000 per Kg,” ujar salah seorang pelayan toko supermarket Gelael Megamall kepada BeritaManado.com.
Menurut informasi salah seorang staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, hal ini terjadi karena pasokan bawang putih lokal tidak mencukupi kebutuhan secara nasional. Artinya, permintaan tinggi sementara pasokan barang di pasar terbatas. (Jrp)

Baru kita sadari bawang putih merupakan komoditas utama citarasa masakan nusantara, termasuk masakan khas Manado, sementara ini kita tergantung impor bawang putih mencapai 95%, dan hanya 5% dipasok petani dalam Negeri, oleh karena itu, mari kita dorong agar para petani membudiyakan kembali bawang putih!!! Di Sulut banyak lahan yang cocok untuk tanaman Allium sativum Linn. ini :
Bawang putih dapat tumbuh pada ketinggian tempat 600-1.200 m dpl. Curah hujan tahunan yang dibutuhkan 800 mm – 2.000 mm/tahun. Suhu udara yang diperlukan 15 derajat C – 20 derajat C . Tanaman bawang putih membutuhkan kelembaban yang tinggi. Jenis tanah yang paling cocok untuk penanaman bawang putih adalah jenis tanah gromosol (ultisol). Drainase tanah baik, kemasaman tanah (pH) berkisar 6-6,8