Amurang–Jalan Trans Amurang-Touluaan (Tombatu, red) sudah bertahun-tahun lamanya tak diperhatikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Menariknya, jalan tersebut diaspal diperkirakan tahun 1999 sebelum Kabupaten Minahasa Selatan dimekarkan.
Lebih miris lagi, jalan yang kini menghubungkan antara Kabupaten Minahasa Selatan-Kabupaten Minahasa Tenggara tersebut sudah sangat rusak parah. Ada ratusan titik jalan itu yang benar-benar rusak. Bahkan, tak tertutup kemungkinan Jalan Trans Amurang-Touluaan ini bakal putus. Ini terlihat dari kondisi yang belum ada perhatian dari Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang.
Kondisi jalan rusak diatas membuat banyak PU Swasta dari Amurang yang langsung mengantisipasi keadaanya. Seperti, datang menutup semua lobang-lobang yang ada di area jalan antara pusat kota Amurang dengan Desa Kilometer Tiga.
”Ya benar, banyak PU swasta di jalan Trans Amurang-Touluaan ini. Namun, para pekerja (PU Swasta, red) tersebut sambil menutup lobang-lobang langsung meminta imbalan bagi pengendara roda dua dan empat yang melewatinya,” kata Sanly Lendongan, warga Kilometer Tiga.
Menurut Lendongan, mereka (PU Swasta, red) itu sudah lama berada di jalan tersebut. Bahkan, mereka-mereka itu selalu mengawasi kalau ada lobang baru dipastikan akan datang sekitar lima hingga 10 orang akan datang. Mereka-mereka itu juga akan menutup semua lobang dengan tanah.
”Yang menjadi gusar para pengendara adalah kalau hujan, pasti jalan becek. Kondisi ini harusnya tidak terjadi. Sayangnya, tak ada instansi berkompoten seperti Dinas PU Provinsi Sulut ataupun Dinas PU Minahasa Selatan yang datang melihat keberadaan jalan tersebut. Akibatnya, kondisi jalan diatas justru semakin tambah rusak,” sebut Lendongan yang ikut dibenarkan Recky Ulaan, salah satu pegawai di Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel ini. (and)
