Tondano – Nama besar tanah Minahasa sudah dikenal di seantero dunia. Hal itu disebabkan karena orang Minahasa sendiri saat ini cukup banyak yang terdiaspora (tersebar) di berbagai negara semua benua. Namun sayang, di Minahasa sendiri banyak nilai-nilai budaya kini hanya tinggal cerita saja dari orang tua.
Lihat saja model pergaulan sebagian kaum muda saat ini. Penampilan terlalu kebarat-baratan, padalahal rumahnya ada di pelosok desa. Bukan hanya itu, tak jarang ada yang terlibat perkelahian yang berujung jatuhnya korban luka dan jiwa. Yang tak kalah ngetopnya adalah pergaulan bebas dan kecanduan narkoba.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Debby Bukara kepada BeritaManado Selasa (1/4/2014) pagi mengatakan bahwa masih ada waktu untuk mengangkat dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Minahasa.
“Sebisa mungkin pemerintah akan memfasilitasi upaya tersebut. Namun hal ini harus mendapat dukungan dari siapa saja yang peduli akan budaya Minahasa itu sendiri. Selain itu, masyarakat khususnya generasi muda harus bersedia menjadi fasilitator untuk melestarikan budaya Minahasa dalam lingkup lokal, nasional ataupun internasional,” ungkap Bukara. (Frangki Wullur)
