
Manado, BeritaManado.com — Bencana banjir di Kota Manado disesalkan banyak pihak.
Bahkan, Walikota Tomohon periode 2005-2011 Jefferson Soleman Montesque Rumajar juga ikut angkat suara.
Epe-panggilan Jefferson mengatakan, banjir di Manado sudah menjadi masalah lama.
Bahkan menurutnya, sejak banjir besar tahun 2006 yang merendam Manado, Minahasa dan Tomohon, sudah disepakati rekomendasi untuk melaksanakan normalisasi sungai dan perbaikan saluran-saluran tersier, serta pembuatan penampungan air di Kota Manado.
“Jadi masalah banjir sudah pernah dibahas secara komprehensif, dan masing-masing daerah sudah ada tugas dan tanggungjawabnya,” kata Epe, Senin (4/2/2019).
Menurut Epe, jika sampai sekarang pemerintah daerah belum bisa mengatasi banjir, maka Epe yakin bahwa kesepakatan yang diterbitkan tahun 2006 tidak dijalankan dengan baik.
“Menjadi pertanyaan, apakah pemerintah sudah melaksanakan persoalan pokoknya, atau hanya sibuk di saat banjir? Pendapat saya, kalau pemerintah konsisten melaksanakan rekomendasi pada tahun 2006 tersebut, maka Manado tidak akan seperti sekarang ini kalau hujan,” tambahnya.
Epe mencontohkan beberapa proyek normalisasi sungai yang tidak selesai di Manado diantaranya sungai di Sario dan Dendengan, serta sungai Ranowangko di Pall 2 yang banyak tersumbat.
“Saluran-saliran tersiernya harus terakses ke sungai-sungai besar. Memang ada tanggungjawab pemerintah provinsi dan ada tanggungjawab pemerintah Kota Manado,” pungkas Epe.
(rds/finda)
