Berita Utama

Bangun Citra Sulawesi Utara: Farist Soeharyo Ajak Generasi Muda ‘Melek’ Narasi Positif di #PerhumasTalk

Bangun Citra Sulawesi Utara: Farist Soeharyo Ajak Generasi Muda 'Melek' Narasi Positif di #PerhumasTalk
Kegiatan #PerhumasTalk spesial Sumpah Pemuda di Aula FISIP Unsrat Manado, Kamis (30/10/2025).

Manado, BeritaManado.com — Semangat Hari Sumpah Pemuda kembali berkobar, kali ini di jantung Sulawesi Utara.

Bertepatan dengan momen bersejarah itu, BPC Perhumas Manado menggelar #PerhumasTalk spesial yang menghadirkan sosok inspiratif: Farist Soeharyo, Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pemuda, pada Kamis (30/10/2025).

Sesi istimewa ini, yang bertempat di Aula FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, merupakan bagian dari rangkaian acara besar.

ADVERTISEMENT

Selain menjadi panggung bagi Farist, acara ini juga merayakan Pelantikan Perhumas Muda Manado Periode 2025–2028 dan menyelenggarakan Workshop Kehumasan bertema Empower PR: Developing Leadership, Creativity, and Collaboration.

Mengusung tema “Pemuda Menciptakan Narasi Positif untuk Daerah”, sesi talkshow ini benar-benar mengupas tuntas mengapa generasi muda wajib mengambil peran sentral dalam membangun komunikasi publik.

Tujuannya jelas: menciptakan citra Sulawesi Utara yang optimistis, beretika, dan pastinya, baik di mata publik.

Dalam paparannya yang tajam, Farist Soeharyo menegaskan satu hal penting: narasi positif adalah pilar kekuatan utama yang akan menentukan citra daerah, bahkan bangsa.

Apalagi di era digital yang serba cepat ini, ia berujar, anak muda dituntut untuk berpikir kritis, namun harus selalu diimbangi dengan sikap konstruktif saat menyampaikan pesan di ruang publik.

“Narasi positif itu harus dimulai dari diri sendiri. Sebagai anak muda Sulut, kita bisa menjadi agen perubahan lewat hal sederhana, menyebarkan informasi baik, mendukung program positif, dan menjadi contoh di media sosial,” ujar Farist dengan lugas di hadapan para peserta.

Tak hanya berbagi filosofi, Farist juga membagikan pengalamannya langsung sebagai Staf Khusus Gubernur Bidang Pemuda.

Ia menceritakan betapa ia harus selalu sigap dengan data, fakta, dan dinamika riil di lapangan setiap harinya.

“Sebagai staf khusus, saya belajar bahwa setiap kebijakan atau pernyataan publik harus berbasis data dan realitas. Anak muda yang ingin berkontribusi juga perlu membiasakan diri berpikir faktual dan solutif,” tambahnya, memberikan pelajaran berharga bagi calon-calon komunikator masa depan.

Lebih lanjut, Farist juga menyoroti pentingnya kolaborasi.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi profesional seperti Perhumas Muda adalah kunci untuk mengedukasi publik melalui komunikasi yang strategis.

Sambutan terhadap kegiatan ini luar biasa.

Peserta, yang didominasi oleh mahasiswa dan calon pengurus Perhumas Muda dari berbagai kampus di Manado, menunjukkan antusiasme tinggi.

Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung dan menggali lebih dalam pengalaman Farist sebagai staf khusus Gubernur.

Di sisi lain, Ketua BPC Perhumas Manado, Gladys Runtukahu, menyatakan bahwa sesi ini adalah penegasan peran vital Perhumas Muda.

Organisasi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi generasi baru di bidang komunikasi.

“Sumpah Pemuda bukan hanya tentang sejarah, tapi juga tentang bagaimana kita terus menyalakan semangat positif di era modern. Melalui Perhumas Muda, kami ingin menumbuhkan kesadaran komunikasi publik yang membangun,” ujar Gladys, menutup pidatonya dengan semangat.

Acara #PerhumasTalk ini sendiri merupakan langkah awal dari rangkaian kegiatan menuju Konvensi Humas Indonesia 2025 yang akan diselenggarakan di Surabaya.

Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhumas dan Global Alliance for Public Relations and Communication Management.

Kehadiran sosok muda berintegritas seperti Farist Soeharyo diharapkan dapat menginspirasi Perhumas Muda Manado.

Tujuannya agar organisasi ini terus menjadi wadah utama bagi generasi muda untuk tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak positif, dan berkomunikasi dengan dampak yang baik bagi masyarakat dan daerahnya.

(***/jenlywenur)