
Bitung – Komitmen sejumlah perusahaan di Kota Bitung terhadap persoalan lingkungan dan kemasyarakatan patut dipertanyakan. Hal ini terlihat ketika BLH bersama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Jumat (28/6) pagi menggelar coffee morning dan membahas soal dana Corporate Social Responsibility (CSR) tiap perusahaan.
Dimana sejumlah perusahaan yang ikut hadir langsung meninggalkan ruangan coffee morning ketika Asisten II, Dahlia Kaeng meminta untuk duduk didepan mempresentasikan soal realisasi dana CSR terhadap perbaikan lingkungan dan pemberdayaan kemasyarakatan.
“Tolong perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang hadir duduk didepan untuk menyampaikan komitmen soal lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menggunakan dana CSR,” kata Kaeng.
Namun hanya sebagian perusahaan yang berdiri dan meju kedepan, sedangkan sejumlah perusahaan lainnya lebih memilih keluar ruangan dan pulang. Salah satunya perwakilan peruashaan yang pulang adalah PT International Alliance Food Indonesia.
“Tadi perwakilan dari PT International Alliance Food Indonesia ada, tapi katanya sudah pulang,” kata salah satu staf BLH.
Yang tersisa hanya perwakilan PT Delta Pasifik dan PT Sinar Pure Food International. Itupun ketika ditanya soal komitmen soal lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menggunakan dana CSR, keduanya menyatakan masih akan berkoordinasi dengan pimpinan.
“Dari sini saja ketahuan bagaimana komitmen perusahaan terhadap masalah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dan ini sangat memprihatinkan karena dana CSR adalah amanah undang-undang yang wajib diberikan perusahaan,” kata salah satu aktivis lingkungan Kota Bitung, Ferdy Pangalila.
Sementara itu, CSR adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.(enk)
