Aztry Akay (Facebook)
Ratahan – Jumat pekan lalu, Aztry Akay korban pembunuhan di Kota Tomohon sempat berada di Desa Morea, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra) selama tiga hari.
Diceritakan Harto Paendong, kerabat Aztry. Aztry sempat berada di Desa Morea selama tiga hari yakni Jumat (30/1/2015) hingga ia kembali ke Tomohon pada Senin (2/2/2015) siang.
Diungkapkan Paendong, saat berada di Morea tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari diri Aztry.
Malahan kata dia, sebelum kembali ke Tomohon, calon pendeta itu sempat memberikan pelayanan rohani di Desa Morea.
“aztry sempat memimpin ibadah pemuda remaja bersama dengan rekan-rekannya di Desa Morea. Kami tidak ada firasat apa-apa terhadap Aztry,” ungkap Paendong.
Lanjut diceritakannya, sebelum kejadian adik aztry yakni Silvana memang sempat mengalami mimpi buruk serta memanggil-manggil nama Aztry.
Ternyata, mimpi Silvana itu menjadi tanda terjadinya hal buruk yang menimpa Aztry pada Rabu dini hari (4/2/2015).
Aztry ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di sebuah Gasebo Kompleks Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, dengan kondisi sangat mengenaskan.
Keluarga sendiri tidak menyangka kalau pelaku pembunuhan sadis itu adalah pacar aztry sendiri yakni Angga Wayong.
“Kami tidak menduga kalau pelaku pacarnya sendiri. Sebab keluarga mengenal Angga adalah anak yang baik makanya kami sempat tidak percaya,” tutur Paendong.
“Angga itu sudah sangat dekat dengan keluarga karena dia sering datang ke rumah aztry serta keluarga lainnya di Desa Morea. Kami juga kenal Angga adalah anak baik-baik,” sambung Femmy Lolowang, Oma dari aztry.
Lanjut Oma Femmy, aztry memang sudah pernah bercerita kepada ibunya kalau keluarga dari Angga tidak setuju keduanya pacaran.
“Belum lama ini, aztry pernah katakan kalau orangtua dari Angga tidak setuju jika anaknya pacaran dengan aztry karena orang kampung. Maka dari itu, aztry pun sudah meminta kepada Angga untuk tidak meneruskan hubungan mereka berdua,” katanya di depan jenazah aztry.
Pihak keluarga sendiri akan terus memantau proses hukum serta siap memberikan keterangan.
“Kami keluarga menuntut keadilan dan berharap ada kerjasama dari pihak berwajib untuk mengungkap lebih jauh atau lebih dalam lagi kasus pembunuhan ini,” kata Paendong. (rulandsandag)

