Manado – SHS mengatakan, di Indonesia banyak memiliki daerah konflik seperti yang ada di Aceh, Poso dan lain sebagainya. Sementara cara penanganannya berbeda-beda. Tapi konflik horisontal yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara waktu lalu paling tepat menggunakan pendekatan hati.
Karena itu sebagai pemerhati dan ahli dibidang kemasyarakatan seorang sosiolog harus memperhatikan hal-hal seperti ini, sembari menyebutkan, berbahagialah menjadi seorang sosiolog yang mempelajari tingkah laku manusia dan masyarakat, tandas SHS.
Kesempatan itu Gubernur telah menyerahkan buku berjudul Poros Maritim sebuah karya SHS untuk pengembangan negara maritim RI yang diberikan Kepada Ketua Umum APSSI dan Wasekjen HIPIIS.
Dalam kongres tersebut, Wakil Sekjen Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmi-Ilmu Sosial Indonesia (HIPIIS) DR Drajat Trikartono, telah melantik pengurus HIPIIS Cabang Sulut 2015-2017.
Dimana Gubernur, Wagub, Rektor Unsrat dan Rektor Unima duduk sebagai Dewan Pembina. Ketua Prof Dr Ferdinand Kerembungu MSi, Wakil Ketua Drs Philep Regar MSi, Sekretaris Dr Daud M Liando SIP MSi, Wasek Dr Grace J Soputan MSi, Bendahara Dr Julien Biringan MSi.
Kepengurusan ini dilengkapi sembilan Komisi di mana Karo Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong MSi di percayakan sebagai Ketua Komisi Khusus didampingi Kaban Pengelola Perbatasan Dr Recky Toemandoek MSi sebagai Wakil Ketua dan dua orang anggota. (Ads)

