
Amurang—Sekolah-sekolah di Indonesia, baik tingkat SD, SMP, SMA dan SMK, tahun ajaran 2012-2013 akan memulai buka penerimaan siswa baru (PSB). Dipastikan, akan ada korban pengutan liar kepada siswa. Seperti, menjual meja/kursi, seragam dan lain sebagainya. Maka dari itu, Bupati Tetty Paruntu diminta tegas kepada kepala dinas untuk menyampaikan hal diatas kepada semua kepala sekolah dan panitia.
‘’Kalau cara-cara seperti diatas, setiap tahun ada. Bahkan, calon siswa baru disuru bawah meja dan kursi. Selain itu, membeli seragam di sekolah dengan harga yang ditentukan pihak panitia,’’ ujar sejumlah orang tua siswa ketika berbincang dengan beritamanado.com pagi tadi.
Menurutnya, kebiasaan diatas justru diketahui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minsel. Tetapi, hanya dibiarkan begitu saja. Sebab, ujung-ujungnya sejumlah oknum pejabat di instansi tersebut mendapat jatah.
‘’Maka dari itu, orang tua siswa baru meminta penjelasan dari Kepala Dinas Dikpora Minsel Drs Jan Rattu. Sebab, nyatanya ada informasi bahwa siswa baru harus menyediakan berbagai ketentuan. Memang, sekolah tersebut sudah menargetkan akan banyak siswa yang diterima di sekolah favorit,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minsel, Drs Jan Rattu belum berhasil dihubungi. (and)
