
MANADO – Menanggapi rekomendasi yang dihasilkan dialog publik lintas organisasi kemasyarakatan (ormas) bertema ‘Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Membangun Ketahanan Nasional, Merujuk Kasus Pencopotan Baliho Paskah’ yang digelar di Hotel Tountemboan, Kamis (12/4). Di mana satu di antaranya meminta Wali Kota Manado meminta maaf.
Dinilai Annes Supit, Wakil Ketua GAMKI Manado Bidang Idiologi, tidaklah perlu.
”Mari kita sebagai warga Manado menjadikan kota ini sebagai contoh kota yang rukun dan damai di Indonesia. Saya kira jangan membawa persoalan pencabutan baliho ini ke ranah politik, seolah-olah hal ini dititik-beratkan pada satu personifikasi saja yaitu, Wali Kota Manado, ”ujar Annes dalam rilis ke beritamanado.com, belum lama ini.
Dia mengingatkan, bahwa Kota Manado memiliki tuan, dan pemimpin yang dipilih rakyat. ”Orang Kristen harus menjadi warga negara yang baik di republik ini. Apa yang menjadi hak Kaisar berikan kepada Kaisar, dan kepada Tuhan apa yang untuk Tuhan, ” ujar Annes lagi.
Dia menerangkan, bahwa setiap Perda yang dibuat pasti sudah dikaji terlebih dahulu guna mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). ”Jadi apa salahnya kalau kita mengikuti prosedur. Khan sebenarnya tidak ada yang sulit, kalau semua kita memahami aturan. Marilah kita menjadi garam, dan terang agar Manado menjadi kota berkat, ”ujarnya.
Semua warga Manado harus mematuhi aturan yang dibuat. ”Ingat kita sedang mempromosikan Manado menjadi kota pariwisata dunia, jadi harus tertib demi kebaikan bersama, ” ujarnya.(niel)

Khusus buat Yang Terhormat Walikota Manado Bapak DR. Ir. G.S.V. Lumentut, MSi,DEA, jangan jadi orang talinga tipis, Kritikan Membangun dan Menghasilkan Solusi harus diterima dengan lapang dada.
Secara pribadi & atas nama Keluarga kita mohon maaf yang sebesar-besarnya, kalo kita mungkin so talalu keras atau kasar, jujur kita tetap Percaya Om Vecky masih yang Terbaik dalam Memimpin Kota Manado ini, cuma mo kase inga : “Hati-hati & Terus Waspada terhadap Lingkungan Kerja di Pemkot Manado, Tetap Semangat & Andalakan Tuhan dalam setiap Pekerjaan termasuk Pelayanan & Pengabdian kepada Masyarakat”
Godblees Manado.
Asal ngoni samua tahu, torang pe acara dialog itu, yg hadir bukang cuma Ormas Berideologi Kristiani, tapi Lintas Ormas & Agama. Jadi, ada hadir jg tu Pimpinan Ormas/LSM, OKP/OKPI & Lembaga Keagamaan yg lain (Budha, Hindu, Islam, Katolik & Protestan). Kong, yg torang undang jadi Narasumber/Pembicara : Kapolresta Manado (hadir pro aktif), Kasat Pol-PP Manado (tidak hadir), Tokoh Agama dari FKUB/BKSUA (hadir pro aktif) serta Wakil Ketua DPRD Kota Manado, James Karinda,SH (tidak hadir).
Torang pe hasil Rekomendasi bersama, spy ngoni tahu bukan cuma soal Walikota harus Minta Maaf.
Ada 4 (empat) Rekomendasi :
1. Merekomendasikan Pemkot Manado (Walikota) dan Instansi yg terkait untuk meminta maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yg dirugikan berhubungan dgn tindakan pencabutan Baliho/Spanduk Paskah (khususnya Warga Jemaat GMIM “Sion” Malalayang”; dan harus dipublikasikan melalui semua media cetak/elektronik;
2. Merekomendasikan Pemkot Manado (Walikota) untuk melakukan pembinaan dan memberi teguran keras serta sanksi tegas kepada bawahannya, termasuk pencopotan Jabatan Kasat Pol PP Manado, bila terbukti bawahannya telah melakukan tindakan arogansi dan pelecehan seksual terhadap Wanita Kaum Ibu GMIM “Sion” Malalayang saat melaksanakan tugas penurunan baliho/spanduk paskah pada Kamis, 5 April 2012 lalu;
3. Merekomendasikan Pemkot Manado untuk segera melakukan Sosialisasi ttg Tata Cara Perijinan dan Pemasangan Media Sosialisasi (Baliho/Spanduk) baik yg bernilai komersil maupun sebatas pemberitahuan, tujuannya spy masyarakat tahu ttg penegakkan Aturan (Perda/Perwako);
4. Merekomendasikan Kepolisian Resort Kota (POLRESTA) Manado, untuk membentuk Tim Independen Pencari Fakta (Tim Investigasi) dalam hal mengusut tuntas proses hukum yg dilaporkan oleh BPMJ GMIM “Sion” Malalayang terhadap pihak Pemkot Manado, khususnya Sat-Pol PP Manado;
Jadi, pesan khusus buat Bung Anes Supit, ngana pe Ketua GAMKI Manado James Karinda so konfirmasi bersedia jadi Pembicara di Dialog itu, mar torang heran dia sandiri nyanda datang, malahan cuma pg bakudapa dgn kita pe Om Vecky (Walikota), bilang pa dia kalo jadi Wakil Rakyat, jangan Pengecut apalagi jadi Penjilat…
Eeh do doe, kiapa kong samua so ribut bagini dang..???
@ Anes = Anas = Biang Kampung… Kiapa dang ngoni beking tambah malo pa Om Vecky. Terus terang kita salah satu pengagas kegiatan Dialog Publik Lintas Ormas wkt lalu di Hotel Tountemboan, torang nda pernah bermaksud mo pojokkan pa Om Vecky. Mustinya kwa ngoni hadir di acara itu, torang hanya fasilitasi & mediasi acara itu, spy tu Pemkot & Masyarakat boleh duduk satu meja for beking sama persepsi ttg Ketahanan Sosial, soal tu pencopotan baliho/spanduk paskah, samua memang ada aturan, mar ada juga aturan yg menghargai nilai-nilai toleransi. Krn eksekutor da kurang bijak lakukan tugas di lapangan, jadi timbul resistensi yg mengancam ketahanan sosial. Kita tahu persis, kita pe Om Vecky Pemimpin yg Berjiwa Besar apalagi beliau jg seorang Pelayan Tuhan (Penatua), jadi “Apa susah so, kalo beliau mo minta maaf?” Hati-hati Bung Anes Supit, jangan jadi Penyesat, masa Orang mo minta maaf, kong ngana suruh nda usah jo, Kader Gereja bagimana ley ngana ini.
Ngonni samua pinter mar ada ngnoni pe kekurangan. Jangan menghujat, memojokkan orang laeng
Dan jangan merasa paling pinter, terlalu jau berpikir apalagi suda menyankut dng
Torang pe keyakinan ini cuma masalah peratura. Kit rasa pak wali juga menyadari kejadian itu.. TUHAN YESUS, mengampuni kit ?
Semua..
so sama deng yudas iskariot dang tu…..berdoa akang jo pa dia kg ampunilah.. sebab dia tidak tau apa yang dia perbuat…
“”Ini waraney pande diplomasi so bagini genari muda maju tak gentar mar tu anes maju kalau dapat duit “””memang nama anes, anas hampir sama dorang dua maju tak gentar mundur kalau dapat duit
Leluhur kita di tanah Toar-Lumimuut sejak dulu kala bukan hanya demokratis tetapi juga egaliter, makanya dalam tradisi Minahasa tidak ada sistem kerajaan yang secara buta-buta dan dungu mendukung si pemenang. Sikap dewasa & ksatria para leluhur adalah kalau si pemimpin despot, tiran, atau korup, maka sang pemimpin harus dikritisi dan kalau perlu diturunkan. Kritik tidak berarti “baku cungkel”, tetapi kritik untuk mencegah sang pemimpin menjadu tiran dan korup. Kalau sang pemimpin menafsir kritik sebagai “baku cungkel” maka namanya perlu diganti sebagai “sang pecundang”, dan pastilah ia bukan dari jenis Waraney Minahasa yang kita dambakan!
Anak desa pande juga “”mar harus sering maso gereje ngana supaya tau apa tu paskah ngana pikir ini iklan politik kiapa bukan tu feki pe baliho tu ada cabu belum tantu dia bayar deng ini kita dengar deng kita baca di majalah tiro dia ada bakoropsi 65 meliar waktu dia sekot “”gila lagi tu feki maling ayam polisi kejar sape lubang kubur tapi feki pancuri so banyak Bagitu dorang badiam akang “”memang licik dia “”anes banyak babac ngana supaya ngana tau kallu ngana ada dukung orang pancuri”””
Dalam dunia demokrasi hampir tidak ada pemimpin yang dipilih oleh 100% warganya. Pasti akan selalu ada yang tidak memilih si pemimpin terpilih. Pada saat pilihan kita tidak menang, di situlah kita harus menunjukkan kedewasaan dgn cara mendukung si pemenang.
Sikap dewasa & ksatria seperti itulah yg sudah ditunjukkan para leluhur di tanah Toar-Lumimuut ini sejak dahulu kala. Siapa pun yang sedang memimpin, harus kita dukung & hormati.
Biasanya sang pemimpin terpilih pun membuat berbagai kebijakan untuk SELURUH warganya, tidak membedakan antara pendukungnya atau bukan….
Semoga kita bisa menjadi lebih baik untuk menjadikan Manado lebih baik.
Secara moral dan religius, sangat jelas bahwa Walikota Lumentut melakukan kesalahan besar dalam kasus ‘Pencopotan Baliho Paskah di Gereja Malalayang’ karena substansinya sama dengan tindakan brutal Walikota Bogor dalam kasus GKI Yasmin. Lumentut sebaiknya minta ampun kepada Tuhan Yesus, KEPALA Gereja Malalayang!!!
Bbiang kampung ngana dapa lia pande ja batulis kita bodok ja batulis mar ngana inga tu pasal 29 ayat 1 dan 2 “kong te tu baliho molarang pilih agamanya tersehrah apalagi tu baliho untungnya apa ngoni month kase turung ngana pigi lia gorontalo sampe skarang masih ada tagantong gantong””ngana deng anes sadikil lagi sama biogo deng kita”””
itu rekomendasi nda war2….lulusan sd ley tau itu…ngoni nda usah pusing kwa pemkot pe kebijkan.lebe bae te mancari jo bae2…ngoni mo dapa apa so mo dukung sesuatu yang nda ada manfaat. itu baliho le kwa cuma mo cari popularitas bawa2 umat kristen ley…beking malo jo.kal moba kase babadiam jo kong bantu orang susah itu lebe bermartabat….
Minta maaf atau bukan tapi ini menyangkut moral agama kita””tu anes memang munafik tu hari dia deng franki slalu bertentangan apalagi dia deng feki skarang dia ciom dorang dua pe kaki “”ngana cuma waKil belum tantu tu ketua stuju “bagimana lagi ini organisasi wakil ja pimpin tu ketua so mati atau bodok “”anes ndak pantas kamu aktifis tu bagus ngana batibo jo kasana””””
Orang Manado selalu menganggap bahwa dengan minta maaf maka seseorang akan berjiwa besar. Salah sekali itu. Itu sama saja dgn menganggap bahwa pemerintah tidak serius melakukan tugasnya. Lucu juga rekomendasi untuk minta maafnya. Tapi itu biasanya dilakukan oleh orang2 yang gak punya kerjaan. Semua kebijakan pemerintah menjadi salah dimata mereka.
tak adakah cara yg lebih beradab untuk berdiskusi daripada sekedar baku memaki?
So ??? torang manado pe kalakuan Y??? pinter bergeler mar senang dengan tu kebiasaan Y??? †?? baik
Seneng baku hujat n baku congkel se tinggal jo cara2 kampungan kpn manado mo jd kta
Moderen!!
So ??? torang manado pe kalakuan Y??? pinter bergeler mar senang dengan tu kebiasaan Y??? †?? baik
Seneng baku hujat n baku congkel se tinggal jo cara2 kampungan kpn manado mo jd kta
Moderen!!
Anes kita ini bodok ngana kalamarig bilang pa kita ketua PAMI sulut kong skarang ngana bicara GAMKI ngana pikir torang bodok “”ngana so dapa bayar berapa ngana bukan aktifis mar ngana kase mancari tu organisasi “”percaya pa kita dorang sondak akang parcaya pangana bicara “dan ini ngana ndak usah bicara kamu so dapa bayar “””
@Imba: Anda nda berhati besar kalo bagitu, walaupun anda nda pilih pa Vecky mar lebe banyak orang pilih pa dia, itu harus ditrima, dari sini orang bisa melihat kalo anda tidak bisa menjadi seorang yang bisa membawa masyarakat kepada arah dan iklim kepemimpinan yang sehat…
So dapa brapa komang ngana dari Vecky …..Annes….. kiapa so abis doi, kong kurang mo gade tu harga diri deng kase komentar yang nyanda bermutu bagitu. Supaya ngana tau nyanda ada hubungan itu pencabutan baliho dgn pemilihan walikota..dan supaya ngan tau nyanda samua orang manado pilih pa tu Vecky yang nyanda beking apa2 sampe skarang. Kita nyanda mo tunduk pa tu orang yang kita nyanda pilih dan punya latar belakang nyanda bersih. Bilang jo pa masyarakat vecky so kase brapa pa ngana annes bogo2…..