Bisnis dan Ekonomi

AMSI Sulut Ajak Pemerintah Daerah Kolaborasi Hadirkan Investor

Melalui kolaborasi ini, AMSI Sulut meyakini bahwa target realisasi investasi daerah dapat tercapai, bahkan terlampaui.

Realisasi investasi pada Semester I tahun 2025 yang telah menembus Rp 5,464 triliun atau 59 persen dari target tahunan adalah sinyal kuat bahwa optimisme ini beralasan, dengan dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,226 Triliun.

“AMSI Sulut siap membangun kolaborasi dalam publikasi potensi daerah, menjembatani informasi antara pemerintah dan investor, demi terwujudnya akselerasi ekonomi dan kemandirian ekosistem media di Bumi Nyiur Melambai. Mari bersama-sama wujudkan Sulawesi Utara yang lebih sejahtera dan mandiri,” tutup Ady.

Potensi Daerah

Sulawesi Utara dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan beragam. Potensi ini terbentang mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, hingga pertambangan dan energi.

Data mencatat, realisasi investasi di Sulut pada tahun 2023 mencapai Rp10,71 Triliun, sebuah capaian tertinggi sepanjang sepuluh tahun terakhir, menunjukkan tren positif yang harus terus didorong.

Sektor Kelautan dan Perikanan menjadi salah satu unggulan. Berada di bibir Pasifik, Sulut memiliki potensi besar dalam perikanan tangkap, budidaya ikan (kerapu, goropa), dan komoditas rumput laut untuk ekspor.

Media siber harus secara masif memberitakan kemudahan perizinan dan dukungan infrastruktur yang tersedia untuk sektor ini.

Di sektor Perkebunan, Sulut dikenal sebagai produsen komoditas strategis. Data menunjukkan, luas areal perkebunan cengkeh mencapai 43.209 hektar dengan produksi tahunan yang signifikan.

Selain cengkeh, komoditas unggulan lain adalah kelapa, pala, dan kopi yang tersebar di sentra produksi seperti Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Sangihe Talaud.

Pala, misalnya, memiliki luas areal perkebunan sekitar 15.758 hektar dengan produksi mencapai 7.457 ton. Komoditas ini tidak hanya untuk bumbu dapur, tetapi juga bahan baku industri obat-obatan, makanan, dan minuman.

Ini adalah peluang besar bagi investor untuk mendirikan industri pengolahan hilir. Pala dari Sulawesi Utara terkenal di pasar global sebagai produk berkualitas tinggi.

Tidak hanya itu, potensi di sektor Pertambangan juga menjanjikan. Provinsi ini memiliki sumber daya mineral seperti emas, tembaga, dan biji besi, serta potensi panas bumi (geothermal) di Lahendong yang sudah dikembangkan untuk pembangkit listrik.

Sektor Pertambangan tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar realisasi investasi di Sulut tahun 2023.

(***/rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara