
Manado, BeritaManado.com — Dalam dinamika pemerintahan daerah Sulawesi Utara tahun 2025, muncul berbagai narasi miring di media sosial yang mencoba menilai secara sepihak kinerja Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK).
Narasi tersebut umumnya dibangun oleh kelompok-kelompok yang belum move on dari perubahan kepemimpinan di daerah ini.
Namun faktanya, di tengah situasi efisiensi anggaran nasional dan pengetatan fiskal dari pemerintah pusat, Gubernur YSK tetap menunjukkan kinerja terukur, strategis, dan berdampak langsung bagi masyarakat Sulut.
Fakta dan Realitas Lapangan
Aktivis Sulut Calvin Castro menegaskan bahwa Gubernur YSK bukanlah “Gubernur Medsos” yang bekerja untuk pencitraan, tetapi seorang pemimpin dengan gaya kerja senyap namun terukur.
“Pak Gubernur YSK tidak suka mengumbar pencitraan. Beliau bekerja dengan konsep menyeluruh agar semua masyarakat merasakan hasilnya, bukan hanya segelintir kelompok tertentu,” ungkap Calvin Castro, Aktivis Sulut.
Beberapa hasil konkret kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE antara lain:
Pembangunan dan Pelayanan Dasar
- Pulau Gangga dan Talise (Kab. Minut): kini menikmati listrik 24 jam penuh, setelah sebelumnya hanya menyala beberapa jam dalam sehari.
- Bantuan pangan murah dan distribusi beras subsidi di 15 kabupaten/kota, sebagai respon cepat terhadap kenaikan harga beras nasional.
Revitalisasi Fasilitas Publik
- Kolam Renang KONI Manado yang terbengkalai belasan tahun kini kembali berfungsi, bahkan dibiayai secara pribadi oleh Gubernur YSK demi kepentingan atlet dan masyarakat umum.
- Museum Sulut di Komo Dalam kini dalam proses perbaikan menyeluruh setelah bertahun-tahun terbengkalai.
Revitalisasi Aset Wisata dan Keagamaan
- Bukit Kasih Kanonang, ikon wisata rohani Sulut, kini hampir 100% rampung direvitalisasi di bawah komando langsung Gubernur YSK. Aset ini sebelumnya rusak berat sejak era pemerintahan sebelumnya.
Lobi Strategis dan Akses Internasional
- Keberhasilan dua penerbangan asing baru masuk ke Manado merupakan hasil diplomasi dan lobi intensif Gubernur YSK dengan otoritas pusat dan maskapai penerbangan luar negeri.
Tantangan dan Narasi Negatif
Masih ada segelintir pihak yang mencoba membangun persepsi negatif melalui media sosial dengan membandingkan YSK dengan gubernur-gubernur sebelumnya. Namun perbandingan tersebut tidak proporsional, mengingat:
- APBD Induk 2025 merupakan produk pemerintahan sebelumnya, bukan rancangan YSK.
- Kendati demikian, Gubernur YSK tidak menunda kerja; justru melakukan percepatan realisasi visi-misinya melalui APBD Perubahan 2025 dan optimalisasi sumber daya yang ada.
Analisis dan Implikasi Kebijakan
Pendekatan kepemimpinan YSK yang teknokratik, terukur, dan berbasis hasil mencerminkan paradigma baru pemerintahan daerah:
- Efisiensi bukan berarti pasif; justru penguatan program prioritas berbasis manfaat langsung bagi rakyat.
- Kolaborasi dengan BUMN seperti PLN dan Pertamina menjadi model kemitraan efektif tanpa harus menunggu alokasi tambahan anggaran pusat.
- Komitmen pribadi Gubernur YSK memperlihatkan etos kepemimpinan melayani, bukan bergantung pada simbol atau pencitraan digital.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kinerja Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE selama kurang dari satu tahun masa kepemimpinan telah menunjukkan arah perubahan nyata:
- Perbaikan pelayanan publik, fasilitas strategis, dan peningkatan daya tarik wisata Sulut.
- Kebijakan cepat tanggap terhadap krisis sosial-ekonomi tanpa retorika.
- Gaya kepemimpinan yang rendah hati, efisien, dan fokus pada hasil.
Rekomendasi:
- Pemerintah Provinsi Sulut perlu memperkuat publikasi berbasis data-driven impact, bukan sekadar retorika, agar masyarakat memahami hasil kerja yang telah dicapai.
- Perlu mendorong kolaborasi lintas OPD untuk percepatan realisasi program prioritas di APBD Perubahan 2025.
- Media dan masyarakat sipil diharapkan lebih objektif dalam menilai kinerja dengan melihat indikator riil kesejahteraan, bukan hanya narasi di media sosial
Gubernur YSK bukan “Gubernur Medsos”, tetapi pemimpin yang bekerja dalam senyap dengan hasil yang nyata.
Dalam situasi keterbatasan fiskal, beliau telah membuktikan bahwa kepemimpinan bukan soal seberapa sering tampil di media, tetapi seberapa luas manfaat yang dirasakan rakyat.
(***/jenlywenur)
