
MANADO – Penyelenggaraan Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) tanggal 14 – 20 Maret 2011 di Manado dianggap kegiatan yang mubazir oleh sejumlah kalangan aktifis. Seperti penuturan aktifis Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Sulut, Aryati Rahman kepada berita Manado, Kamis (10/03/11) siang tadi.
“ARF Direx adalah kegiatan kemanusian, dalam dokumennya sendiri ada tersirat bahwa kegiatan ini harus membawa dampak bagi masyarakat, pertanyaan apakah kegiatan tersebut berdampak langsung ke masyarakat?, jawabnya tidak. karena kegiatan tersebut hanya kepentingan pencitraan sekelompok elit politik dan lahan korupsi bagi segelintir oknum berkuasa,” ujar Rachman.
Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif, Edo Rachman bahwa ARF-Direx sendiri tak ubahnya kegiatan elitis yang nantinya hanya membawa dampak bagi kaum elit saja, sedangkan masyarakat lagi-lagi dipaksa untuk diam melihat sejumlah oknum pemerintah kita menghabiskan anggaran APBN dan APBD dalam hajatan internasional tersebut. (is)

Mba Aryati dan Bung Edo, pernyataan Anda terlalu skeptis. Sekali-kali tanya orang di Maasing, deng orang Wori yang akan jadi lokasi pelaksanaan. Meski soal pencitraan elit akan jadi salah satu efek, tapi kalau itu satu-satunya ukuran, say kira Anda tidak sepenuhnya benar. Coba mampir ke penjual pisang goreng di pantai Malalayang dan tanya apa perubahan penataan lokasi berjualan krn menyambut arf direx menguntungkan atau tidak? Atau Anda ikut bersepeda hari Sabtu lusa dlm gebyar 1000 sepeda. Atau tanya room boy dan petugas cleaning servis di hotel, tukang ojek, dan para PSK, apa nanti kegiatan ini menambah ‘uang tip’ mereka atau tidak? Saya bisa jawab : ya. Saya sangat menyangkan sikap kritis Anda yang membabi buta, atau justru Anda tidak pernah lihat realitas pd org2 yg saya sebut tadi. Sayang sekali.