
Bitung—Serangan Israel di wilayah Jalur Gaza terus menuia perhatian. Bahkan sejumlah Negara menggelar aksi simpati menolak perang di Jalur Gaza dan meminta agar Israel menghentikan serangan.
Menariknya, kini beredar BlackBerry Messenger (BBM) yang menawarkan untuk menjadi sukarelawan yang akan diberangkatkan ke Palestina. Seperti yang diterima BeritaManado.com, Rabu (21/11) lewat BBM.
Pesan ini sendiri merupakan broadcast BBM yang diteruskan ke BBM lain tanpa jelas siapa yang mengawali pesan tersebut. Dan inilah isi pesan ajakan menjadi sukarelawam ke Palestina;
“Dibutuhkan sukarelawan untuk diberangkatkan ke palestina minggu ke 3 dan ke 4 Nopember, Biaya ditanggung oleh Donatur.
Persyaratan:
Laki laki
Berusia diatas 23 tahun
Sehat Jasmani dan Rohani
Bersedia Ditempatkan di Medan Berat
Menanggung Resiko yg akan dialami
Mendapat Izin dari pihak keluarga terdekat.
Hubungi Divisi Pemberangkatan KP3 (Komite Pemberengkatan Pejuang Palestina)
Bpk Faris Alamudy
+6285645440020”.(enk)

http://forum.kompas.com/nasional/50955-pernyataan-dubes-palestina-yang-mengejutkan.html
JAKARTA, PedomanNEWS.com – Tidak banyak yang tahu bahwa persentase terbesar penduduk di Palestina adalah penganut yahudi bukan muslim atau nasrani yang selama ini dikenal. Hal ini disampaikan oleh Duta besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi ketika ditemui dalam seminar memperingati Hari Internasional Solidaritas untuk Palestina yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya, Jakarta Rabu (30/11/2011)
“Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.” Ujarnya.
Mehdawi juga heran dengan beberapa orang dan kelompok yang selalu berteriak “alahu akbar” mendukung Palestina dan mengutuk Israel tetapi mereka tidak tahu permasalahannya yang terjadi di Palestina,
“Saya bingung dan heran dengan isu dan teriakan “alahu akbar” dari orang-orang terhadap yang terjadi antara Palestina dan Israel padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak ada peran sama sekali untuk membantu kami, nol besar.” Ungkapnya
Terkait dengan Indonesia, Palestina membutuhkan bantuan dari Indonesia karena dengan pengalamannya dalam politik dan demokrasi serta sejarah perjuangan mereka selama 350 tahun.
Tanggal 29 November oleh PBB ditetapkan sebagai Hari Internasional Solidaritas terhadap Palestina pada Sidang Umum PBB 12 Desember 1979. Tanggal ini dipilih karena pada 29 November 1947 PBB menerapkan resolusi 181 (II) atau yang dikenal dengan nama Partition Resolution.
Resolusi ini mengatur pembagian Palestina menjadi dua, negara Yahudi dan negara Arab, dengan Yerusalem sebagai corpus separatum kedua wilayah. Namun, hanya satu negara yang lahir dari resolusi ini, yaitu Israel. Sementara Palestina masih diragukan kedaulatannya, bahkan oleh PBB sekalipun.
Sembarangan kalo buat berita. ngg ada data yg valid main copas. hahaha…. bilang aja kalo da habis bahan. :))
Ini adalah berita bohong, sudah saya konfirmasikan.