
Bitung – Sistim administrasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Bitung dinilai sangat amburadul. Terbukti dari sistim pemabayaran angsuran nasabah yang mengambil kredit tidak dapat dikontrol dengan benar olah pihak BRI Kota Bitung.
“Saya sangat menyangkan sistim administrasi bank pemerintah sebesar BRI bisa kacau balau seperti ini. Terbukti dari tidak adanya kontrol terhadap cicilan pinjaman nasabah setiap bulannya oleh pihak BRI,” kata Karo Organisasi Kepegawaian Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, Senin (18/11) lalu.
Menurutnya, pihak BRI memberikan kepercayaan penuh terhadap kolektor untuk melakukan penagihan kepada nasabah tiap bulan. Tapi tidak mengontrol apakah uang yang ditagih kolektor benar-benar disetor atau tidak, bahkan tidak ada krosceck dengan nasabah soal angsuran setiap bulan.
“Akibatnya, nasabah yang dirugikan karena uang setoran yang telah diterima kolektor tak kunjung disetor ke kas BRI hingga setahun,” katanya.
Lebih anehnya lagi kata Ringkuangan, pihak BRI Kota Bitung terkesan lepas tangan dan tidak mau tahu menahu soal uang nasabah yang telah digelapkan kolektor. “Padahal setiap bulannya si kolektor melakukan penagihan berdarkan surat tugas dan kuasa BRI, tapi giliran ada masalah pihak BRI terkesan menyembunyikan dan tak mengakui soal kolektor,” katanya.
Sementara itu, pihak BRI Cabang Kota Bitung yang coba dikonfirmasi soal tudingan Ringkuangan tak membuahkan hasil. Padahal sejumlah wartawan telah menunggu selama dua jam, namun tak ada satupun yang mau memberikan klarifikasi dengan alasan kepala kantor dan humas BRI Cabang Kota Bitung sementara diluar kantor.
Tudingan Ringkuangan terhadap BRI Cabang Kota Bitung ini berdarkan kasus yang menimpa keluarganya. Dimana keluarganya yang rutin membayar angsuran tiap bulan lewat kolektor malah rumah yang dijadikan jaminan bakal dilelang.
Rupanya uang yang disetor tiap bulan tidak dilaporkan ke BRI, hingga menunggak selama setahun. Tapi pihak BRI tetap meminta agar tunggakan tetap dibayar kendati pihak keluarga telah menunjukkan bukti setor setiap bulan lewat kolektor.(abinenobm)

sial benar nasabah ybs ya? uang sebanyak itu hanya di stor lewat kolektor. padahal di BRI Tidak ada yang namanya kolektor. itupun diakibatkan oleh nasabah yang malas, tidak mau menyetor langsung di kantor BRi terdekat. pokoknya media janganlah asal-asal tuduh begini begitu kalau tidak tau bagaimana sistem perbankan. ok