Berita Utama

234 SC Dukung Langkah Kapolda Sulut

Marvel Dicky Makagansa
Marvel Dicky Makagansa

Manado – Hampir semua tindak kriminalitas yang terjadi di Sulut, diakibatkan oleh minuman keras (Miras). Berkaca dari hasil pantauan itu, Ketua 234 SC Korwil Sulawesi Utara (Sulut), Marvel Dicky Makagansa angkat bicara.

Dirinya mengatakan, untuk mencegah terjadinya tawuran antara kampung, pembunuhan dan kecelakaan lalu lintas terutama dikalangan anak muda, program Polda yakni ‘Brenti Jo Bagate’ harus betul-betul diterapkan. “Masyarakat harus didorong agar bisa berperan aktif termasuk tidak lagi mengkonsumsi minuman keras,” tegasnya.

Ditambahkannya, kalaupun ada yang mengkonsumsi, diharapkan tidak berlebihan demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk tindak kriminal.

Sementara, terkait keberadaan perusahan atau pengusaha Cap Tikus dan Kasegaran yang tidak bisa ditutup, dirinya menilai merupakan sesuatu yang wajar mengingat perusahan tersebut telah mengantongi surat izin sebagaimana ketentuan undang-undang. Di sisi lain, perusahan tersebut juga memiliki sumbangsih dalam medukung pertumbuhan ekonomi lewat retribusi yang mereka bayar.

“Perusahaan Kasegaran tidak bisa dipersalahkan sebab perusahan tersebut memiliki izin dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di daerah. Apalagi mereka membayar retribusi yang telah menjadi hak daerah,” ujarnya.

Itu juga tak dapat dipungkiri jika perusahan Sehat Sentosa sangat membantu para petani dengan membeli bahan baku captikus dan diolah berdasarkan sertivikasi BPOM.“Artinya perusahaan itu memenuhi prosedur standart yang bermerk dan terdaftar,” kuncinya.  (risat)

2 tanggapan untuk “234 SC Dukung Langkah Kapolda Sulut”

  1. Jika memang terbukti nyata bahwa Penyebab Paling Parah akan tindakan Kriminalitas di Sulawesi Utara adalah Minuman Keras…
    Pemerintah dan Kepolisian harus berani melakukan tindakan yang serius dengan jalan ‘MenSkors’ produksi minuman keras paling kurang selama 6 bulan dan menarik semua Minuman Beralkohol dari pasaran…
     
    Permasalahan pendapatan daerah dicarikan solusinya…dapat dibuat permintaan penambahan dana APBN untuk menutupi segala kerugian akibat hilangnya PAD dari Minkers…pokoknya masih lebih mudah daripada menghimbau masyarakat dengan ‘brenti jo bagate’ yang tak pernah ada gunanya…
     
    Siapa yang berani mengambil tindakan tersebut…????
     
    Yang pasti tak mungkin dilakukan oleh politisi bau kencur…
     
    Jika pada produk Rokok dicantumkan gambar2 tentang bahaya merokok seperti gambar tengkorak, kanker, dsb…
    Ironisnya pada minuman keras…
    pada kemasan Dus minuman keras justru tertulis ‘BUMBU’…
     
    Jadi…, bumbu itulah penyebab panah wayer…hahahahahaha….
     
    Oh..ia…buat MDM…pasti tahu… bahwa di Sangihe…distributor atau pemasok terbesar ‘BUMBU AJAIB’ itu adalah seorang pengusaha yang saat ini menjadi Legislator DPRD Sangihe dari PDIP…
    berinisial FS…
    Mudah2an setelah menjadi legislator…sudah berhenti menjadi pengedar narkohol…
     
    Bung MDM….bagaimana kabarnya Pemekaran Kota Tahuna…masih ingat??? bahwa Kota Tahuna akan dimekarkan…???

  2. Omong Kosong !!!!
     
    Ketika Minuman Keras dianggap sebagai penyebab tingginya tingkat kriminalitas…MDM melemparkan kesalahan SEPENUHNYA pada masyarakat dan membela mati2an perusahaan2 minuman keras…
     
    MDM lupa bahwa suara pemilihnya itu semuanya masyarakat menengah ke bawah di Sangihe yang sebagian besar adalah pengkonsumsi Minuman Keras…
     
    Seharusnya…
    MDM mengeluarkan pernyataan :
    “Masyarakat tidak bisa dipersalahkan mengkonsumsi minuman keras karena Cap Tikus dan Kasegaran, Pinaraci dapat diperoleh seperti membeli aqua saja di warung, toko2, supermarket, bahkan bisa diutang di warung nanti dibayar dengan separuh uang gaji…’
     
    Inti dari posting berita diatas kelihatannya adalah “Pembelaan MDM terhadap Perusahaan Minuman Keras dan pernyataan Mengutuk masyarakat yang mengkonsumsi Miras” yaitu pada 2 alinea terakhir berita tentang Perusahaan Kasegaran dan perusahaan Sehat Sentosa.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara