Dituturkannya dabu-dabu roa merupakan ciri khas di Manado, yang wajib disediakan untuk menikmati gorengan.
”Kalau tidak ada dabu-dabu roa, gorengan tidak akan laku dijual,” tuturnya.
Gorengan yang dijualnya antara lain tahu, tempe, ubi goreng, pisang goroho, pisang kipas, bakwan sayur dan bakwan jagung dengan harga Rp 2.000.
Untuk jam Untuk jam bukanya mulai pukul 07.00-21.00 Wita.
Lebih lanjut dia menceritakan sejak awal membuka usaha gorengan, yaitu pada Februari 2019 sampai sekitar delapan bulan setelahnya, mentalnya dalam usaha memang diuji.
Saat penjualan sepi, rasa bimbang untuk meneruskan usaha atau beralih terus membayangi.
Namun dirinya memiliki keyakinan untuk terus berusaha.
Secara perlahan-lahan penjualannya terus meningkat, hingga hasilnya mulai dirasakan.
Tak heran pada pertengahan 2021 dari hasil menjual gorengan bisa membeli kendaraan.
”Selain dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli kendaraan, hasilnya saya bisa mengembangkan usaha dengan menyewa tenant kembali di Alfamart Malalayang di Jalan Trans Sulawesi. Tenant tersebut menjual berbagai macam jus buah,” tuturnya.
Mengenai pendapatannya dari hasil gorengan setiap bulannya saat ini pendapatan bersihnya sekitar Rp 10 juta.
Setelah dipotong untuk membayar gaji 3 karyawan dan bahan untuk membuat gorengan.
”Untuk modal awalnya secara keseluruhan sekitar Rp25 juta,” ungkapnya.
Untuk membuka tenant di Alfamart cukup mudah, syaratnya hanya fotokopi KTP, menyetujui perjanjian sewa, foto tenant dan membayar sewa per bulan.
Untuk info lanjut bisa menghubungi Yuni 082113541805.
(***/srisurya)
