Kota Manado

14 Februari Hari Bersejarah, GPPMP Usulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

Implementasi JSN

Kedua, Ketum DPP GPPMP mengingatkan upaya menggali, mengembangkan, mengimplementasikan Jiwa-Semangat-Nilai (JSN) Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946, yakni Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 & NKRI, Pancasila & UUD 1945, Sumpah Pemuda, Bhineka Tunggal Ika, dan Bendera Merah Putih, yang berbasis muatan maupun kearifan lokal.

Yakni dielaborasi dalam sejumlah Program Aksi (PA), di antaranya, ke-1, Seminar Awal: “Ch Ch Taulu Pahlawan Nasional” pada medio Juni, di Kawangkoan. Ini perlu dikoordinasikan dengan Walikota Bitung, Max Lomban yang juga Ketua Wanhat DPC GPPMP Bitung dan Bupati Minahasa, Roy Roring, selaku Ketua Wanhat DPC GPPMP Minahasa, dimana akan diawali kerja bakti oleh jajaran DPC GPPMP Minahasa bersama DPD GPPMP Sulut di lokasi Monumen Lapian-Taulu.

Lalu ke-2, Diskusi Publik “Kepeloporan & Inspirasi Perempuan dalam Kepemimpinan Masyarakat di Minahasa/Sulut”, kerjasama DPD GPPMP Sulut, Tim Penggerak PKK Sulut dan Biro Perempuan Sulut maupun LSM Pemberdayaan Perempuan.

Dan ke-3, FGD tentang “Anjloknya ranking UNBK Sulut dan Terobosan Solutif”, kolaborasi DPD GPPMP Sulut, Dinas Pendidikan Sulut dan PWI Sulut, sebagaimana disebut di atas.

Sebagai wilayah yang sejak republik ini diproklamasikan selalu menempati peringkat atas dalam hal pendidikan, tentu banyak pihak terhenyak mendapatkan fakta kekinian, dimana Provinsi Sulawesi Utara berposisi tiga terbawah UN SMK se-Indonesia.

“Ironis dan menyedihkan, kita kini berada pada urutan ke-32 dari 34 provinsi, atau “tiga besar” terbawah. Tapi, kita tidak boleh saling menyalahkan, harus segera bangkit. Dan kami sudah berkoordinasi awal dengan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara (Sulut), untuk mengkaji lebih dalam faktor penyebabnya, sekaligus menemukan solusi konkret yang bisa diimplementasikan,” kata Pjs Ketua DPD Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP) Sulut, Ferry Rende.

Ke-4, Penerbitan Buku: “Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946”, “Seratus Pejuang dan Pahlawan Nasional dari Sulawesi Utara” serta cetak ulang dengan penyuntingan secukupnya buku “Sulawesi Utara Bergolak”. Kesemuanya diharapkan bisa jadi acuan untuk kurikulum muatan lokal dari SD, SMP hingga SMA.

“Dua buku pertama disusun oleh Tim DPP GPPMP, sedangkan buku ketiga merupakan tulisan Oom Ben Wowor, 97 tahun, pelaku sejarah yang masih hidup. Untuk dua buku pertama, DPD GPPMP Sulut dan DPC GPPMP Bitung diminta berkoordinasi dengan Pemkot Bitung via Sekot, Bapak Dr Audy Pangemanan selaku Ketua Wanbin DPC GPPMP Bitung, karena diskedul di-‘launching’ per 10 Oktober 2919, bertepatan dengan HUT Kota Bitung,” ujarnya.

“Sedangkan edisi baru buku Oom Ben Wowor diharapkan dikoordinasikan DPD GPPMP Sulut dan DPC GPPMP Manado dengan Walikota Manado, Bapak Vicky Lumentut selaku Ketua Wanhat DPC GPPMP Mdo”.

Berikut, ke-6, ada gelaran “GPPMP – Minahasa Fun Bike 2019”, yang sudah jadi kalender tetap Pemkab Minahasa dan telah dicanangkan sebagai “Hari Bersepeda Sulut”. Tahun ini merupakan lanjutan dari dua kegiatan yang sama dua tahun berturut, dan digelar bulan November berkenaan dengan Harijadi Minahasa dan HUT Dr GSSJ Ratulangi.

“Dimohon segera audiensi ke Bupati Minahasa, Bapak Roy Roring dan buatkan surat oleh DPD GPPMP Sulut kepada Pemkab Minahasa, karena akan dimasukkan dalam APBD Perubahan,” ujarnya, didampingi Wakil Ketua Tim Satkersus DPD GPPMP Sulut, Adi Palit, yang juga Stafsus Bupati Minahasa.

Lalu, ke-6, “Dialog Kerukunan Beragama demi Mengukuhkan Kebangsaan yang Harmonis”, kerjasama DPD GPPMP, FKUB dan semua Ormas Adat, direncanakan Juli 2019, dalam rangka HUT GPPMP (17 Juli) serta Harijadi Manado (14 Juli).

Berkolaborasi dengan mitra

Lanjut, ke-7, Pembentukan Koperasi Merah Putih Jaya, dengan fokus mengembangkan produk khas Sulut, di antaranya produksi “Cap Tikus/Sopi Minahasa” rasa internasional, yang layak masuk pasar global, pembuatan jus ‘nata de coco’, dan seterusnya.

“Intinya, kita menggalang para pihak, para mitra dari mana-mana, baik itu dunia perguruan tinggi, SMK, juga dunia industri, termasuk Apindo, Kadin dan Hipmi, serta institusi lain untuk bersinergi memberi nilai tambah bagi produk-produk khas berbasis bahan baku lokal yang pada giliran berikut memberiksn kontribusi buat perekonomian rakyat serta pertumbuhan ekonimi regional,” katanya lagi.

Berikut, ke-8, “Diskusi Publik Masalah Krisis Kelistrikan Sulut”, kerjasama DPD GPPMP Sulut, DPD Aklindo Sulut dan PLN, pada Juni 2019. Ini berkenaan dengan kondisi, dimana ketersediaan kelistrikan atau kapasitas terpasang kita baru 400 MW, jauh dari kebutuhan minimal sekitar 1.100 MW.

Provinsi Sulawesi Utara kini semakin diincar para investor yang berniat menanamkan modal di sejumlah sektor bisnis berprospek.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara